Rabu, 15 April 2026

Berita Aceh Tengah

Upacara Adat Perkawinan Gayo: Gema Canang Mengiringi "Mujule Bai"

Jika di Indonesiakan bermakna mengantar calon pengantin pria ke kediaman calon pengantin wanita untuk mengikuti acara "Nosah Ukum" atau akad nikah.

|
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Mawaddatul Husna
For TribunGayo.com
Acara bertukar "batil" atau tempat sirih dari keluarga calon mempelai pria dan wanita sebelum rombongan dipersilakan masuk dalam ruangan. 

Upacara Adat Perkawinan Gayo: Gema Canang Mengiringi "Mujule Bai"

Laporan Fikar W Eda | Aceh Tengah

TRIBUNGAYO.COM, TAKENGON - Dalam tradisi "mungerje" atau perkawinan di Gayo dikenal dengan "mujule bai" atau "mah bai."

Jika di Indonesiakan bermakna mengantar calon pengantin pria ke kediaman calon pengantin wanita untuk mengikuti acara "Nosah Ukum" atau akad nikah.

Pada saat "mah bai" diikuti oleh seluruh keluarga dan ahli famili, tetangga serta di bawah komando perangkat  kampung, atau "syarak opat" tempat si calon pengantin pria berasal.

Baca juga: Melihat Adat Perkawinan di Tanah Gayo

Sebab tugas atau proses perkawinan sudah diserahkan kepada perangkat kampung. 

Iring-iringan rombongan "mujule bai" ini biasanya sangat panjang dan meriah.

Salah satu yang menjadikan acara itu makin meriah adalah adanya bunyi alat musik canang yang dimainkan oleh pengiring, umumnya dimainkan oleh para wanita.

Suara canang atau gema canang merupakan penanda adanya perkawinan.

Di zaman sekarang, permainan musik canang banyak dilakukan di atas mobil bak terbuka.

Baca juga: “Edet Mungerje” Win Kul, Kisah Tentang Adat Perkawinan di Gayo

Sebab  kampung yang dituju cukup jauh, jadi tidak mungkin dilakukan dengan berjalan kaki.

Atau ada juga musik canang dimainkan dari satu tempat kumpul menuju rumah calon pengantin wanita.

Sehingga kampung setempat menjadi sangat meriah. Masyarakat langsung paham bahwa ada perhelatan perkawinan di kampung tersebut.

Si calon pengantin pria diiringi oleh beberapa pengiring dan kemudian diikuti anggota rombongan.

Saat tiba di tempat atau rumah tempat akad nikah, rombongan akan disambut oleh perempuan setengah baya dari keluarga calon pengantin wanita.

Baca juga: Harga Kopi Gayo Kembali Turun di Gayo Lues, Cek Harganya Pada Hari Ini

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved