Selasa, 21 April 2026

Kupi Senye

Kampung Kami tak Eksotik Kota Wisata Batu

Ada potensi yang sangat besar untuk daerah kampung halaman saya Bener Meriah, tak kalah cantik dengan Kota Batu yang berjuluk “Kota wisata”.

For TribunGayo.com
Muhammad Rifqi Maulana. 

Keterlibatan mereka dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan wisata akan meningkatkan rasa memiliki dan kesadaran akan pentingnya pelestarian sumber daya lokal.

Dalam menghadapi problem ini, perlu adanya kolaborasi dan komitmen dari pemerintah daerah, masyarakat lokal, sektor swasta, dan pihak terkait lainnya sangat diperlukan.

Bersama-sama, mereka dapat mengatasi hambatan-hambatan tersebut dan memaksimalkan potensi wisata Bener Meriah sebagai pendorong ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Dengan menjaga keseimbangan antara keuntungan ekonomi dan kelestarian lingkungan serta kebudayaan, Bener Meriah dapat mencapai visi pariwisata yang berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan generasi mendatang.

Regulasi

Masih adanya tumpang tindih dan kompleksitas peraturan yang dapat menyulitkan pelaku usaha dan masyarakat dalam memahami dan mengikuti aturan yang berlaku.

Diperlukan upaya untuk mengevaluasi dan menyederhanakan regulasi, sehingga proses perizinan dan pelaksanaan kebijakan dapat berjalan lebih lancar.

Kesenjangan antara regulasi dengan kondisi lokal juga dapat menjadi tantangan. Adanya perbedaan antara UU dan kebiasaan lokal dapat menghambat pengembangan potensi lokal dan menciptakan ketidakcocokan dalam implementasi kebijakan.

Oleh karena itu, perlu melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam proses perumusan dan evaluasi regulasi, sehingga regulasi yang dibuat lebih sesuai dengan kebutuhan dan realitas di lapangan.

Perlindungan lingkungan dan kebudayaan sebagai aspek penting yang harus dipertimbangkan dalam
regulasi.

Bener Meriah memiliki keanekaragaman hayati dan warisan budaya yang perlu dilestarikan dan dilindungi.

Namun peraturan lingkungan yang belum memadai dapat menyebabkan dampak negatif pada lingkungan, seperti illegal logging atau penambangan liar, yang mengancam keberlanjutan lingkungan dan keanekaragaman hayati.

Pengembangan peraturan lingkungan yang kuat dan pengakuan terhadap kekayaan budaya lokal akan membantu memastikan kelestarian alam dan kebudayaan yang menjadi kebanggaan daerah.

Pengawasan dan penegakan hukum juga harus diatasi. Keterbatasan sumber daya manusia dan fasilitas dapat menyebabkan penegakan hukum yang tidak efektif.

Diperlukan peningkatan kapasitas dan sumber daya untuk memastikan regulasi dapat diterapkan dengan baik dan pelanggaran hukum dapat ditindak secara tepat.

Dalam menghadapi problematika regulasi di Bener Meriah, kolaborasi dari berbagai pihak sangat diperlukan.

Pemerintah daerah perlu berperan aktif dalam mengkoordinasikan perumusan dan implementasi regulasi dengan melibatkan pemangku kepentingan dan masyarakat setempat.

Transparansi dalam proses perizinan dan penegakan hukum yang tegas akan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi, pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, dan pelestarian budaya lokal.

Dengan bersama-sama menghadapi problematika regulasi dengan bijaksana dan proaktif, Bener Meriah dapat mengatasi hambatan-hambatan yang ada dan mewujudkan visi pembangunan yang berkelanjutan.

Di mana pariwisata, lingkungan, pertanian, dan sektor lainnya dapat berkontribusi secara positif bagi kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan alam serta budaya yang mempesona.

Mari bergerak bersama untuk mencapai potensi penuh Bener Meriah sebagai daerah yang makmur dan lestari bagi generasi mendatang.

Saya berharap pemerintah di Bener Meriah memprioritaskan infrastruktur untuk memudahkan
wisatawan ke tempat wisata.

Dan keselarasan penyederhanaan regulasi, serta melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam proses perumusan kebijakan.

Dengan memastikan perlindungan lingkungan, pelestarian budaya, dan penegakan hukum yang efektif, mari bersama-sama menciptakan lingkungan regulasi yang kondusif bagi pertumbuhan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat.

Kemajuan Bener Meriah sebagai destinasi unggulan pariwisata dan daerah yang lestari menjadi harapan bersama. (*)

*) Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Wisnuwardhana Malang dan Alumni Pertukaran
Mahasiswa Merdeka, Aktivis Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (Permahi) serta Pengurus Forum Mahasiswa Aceh Dunia Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Formad Polhukam).

KUPI SENYE adalah rubrik opini pembaca TribunGayo.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.

Baca juga: Hari Puisi Indonesia Tahun Ini Dirayakan dengan Aroma Kopi Gayo

Baca juga: Jadwal Voli Putra SEA V League 2023 Putaran Ke-2 di Filipina, Mulai 28 Juli: Cek Laga Indonesia

Baca juga: Pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti Memuji Jude Bellingham Saat Lawan AC Milan

Baca juga: ONIC Esports Kembali Bersinar di ESL SPS MLBB 2023 Setelah Melewati Tantangan Kesehatan

Baca juga: 147 Prediksi dan Contoh Soal CPNS 2023 Dari Panduan Terbaru, Bisa Try Out Gratis dan Mudah Dirumah

Baca juga: Jadwal CPNS 2023 Molor Lagi? 4 Faktor Jadi Pertimbangan Serta 11 Jurusan yang berpotensi untuk Lolos

 

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved