Minggu, 10 Mei 2026

Kesehatan

Mengenal ADHD: Gejala, Penyebab dan Pengobatan

Terapi perilaku, terapi psikososial adalah dua solusi untuk menyembukan ADHD, walau tidak total, tapi setidaknya ADHD dapat ditangani.

Tayang:
Tribunnews.com
ADHD atau Attention Defict Hyperactivy Disosder ialah suatu gangguan mental yang menyebabkan penderitanya memiliki masalah dalam pemusatan perhatian. 

Mengenal ADHD: Gejala, Penyebab dan Pengobatan

TRIBUNGAYO.COM - ADHD atau Attention Defict Hyperactivy Disosder ialah suatu gangguan mental yang menyebabkan penderitanya memiliki masalah dalam pemusatan perhatian.

Menurut daya Badan Pusat Statistik Nasional (BPSN), prevalensi anak dengan ADHD tahun 2007 terdapat 8,3 juta anak dari 82 juta anak Indonesia (Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 2010)

Penderita ADHD biasanya tidak tahan hanya mengerjakan satu tugas, dan sangat tidak bisa menahan diri untuk bangkit dari tempat duduk yang mengharuskan dirinya duduk berjam-jam.

Baca juga: Cegah Diabetes dengan Pola Makan Bergizi, Seimbang dan Teratur

ADHD tidak hanya terdapat pada anak kecil, tapi juga orang dewasa.

Biasanya ADHD muncul sejak kecil hingga terbawa saat remaja bahkan dewasa.

Dikutip dari Kompas.com, penderita ADHD bisanya mengalami kesulitan dalam bekerja, belajar, bahkan bersosial.

Baca juga: Teh Hijau Miliki Banyak Manfaat untuk Kesehatan, Mulai Turunkan Resiko Kanker hingga Cegah Diabetes

Dikutip dari Healthline, ada beberapa gejala ADHD, diantaranya:

  • Sulit untuk fokus dan berkonsentrasi pada sebuah tugas
  • Mudah lupa untuk melengkapi pekerjaan
  • Sangat mudah teralihkan
  • Sulit untuk duduk diam
  • Mengintrupsi seseorang ketika orang lain tengah berbicara.

Baca juga: Ini 5 Manfaat Kandungan Epigalokatekin Galat dalam Teh Hijau yang Harus Kamu Ketahui

Biasanya ADHD disebabkan oleh faktor genetik atau masalah dalam perkembangan otak.

Terapi perilaku, terapi psikososial adalah dua solusi untuk menyembukan ADHD, walau tidak total, tapi setidaknya ADHD dapat ditangani.

Jangan melakukan self-diagnosa, jika Anda merasa sulit memusatkan perhatian, ada baiknya Anda memeriksa ke psikolog atau yang lebih ahli.

(Siswi SMKN 2 Lhokseumawe/Safira Aznura Yunda)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved