Minggu, 7 Juni 2026

Kupi Senye

Golput Dapat Mengganggu Demokrasi

Mari kita semua memperbaiki kondisi Negara dengan memilih calon-calon wakil rakyat serta presiden dan wakil presiden yang kredibel.

Tayang: | Diperbarui:
FOR TRIBUNGAYO.COM
Kadis Komunikasi Informatika dan Persandian Bireuen, M Zubair. 

Dalam fatwa yang dikeluarkan pada ijtima ulama II se-Indonesia  tahun 2009 menegaskan bahwa memilih dalam Islam adalah kewajiban untuk menegakkan imamah (kepemimpinan) dan imarah (pemerintahan) dalam kehidupan bersama.

Ketua MUI bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Cholil Nafis mengatakan, masyarakat yang tidak menggunakan hak pilihnya disebut tidak bertanggung jawab terhadap jalannya bangsa ini. 

Lebih jauh Cholil Nafis minta agar semua masyarakat memilih salah satu dari tiga pasangan calon presiden.

Mau pilih nomor satu, dua dan tiga silakan mana yang sesuai dan kita semua sudah lihat dan dengar visi, misi masing-masing pasangan calon serta debatnya siapa yang bicaranya lebih bagus dan menilai konsisten dalam melaksanakannya nanti.

Setiap warga Negara yang sudah mempunyai hak pilih mempunyai tanggung jawab untuk mencoblos pemimpin Indonesia cemerlang dimasa mendatang.

Pemimpin adalah cerminan dari masyarakatnya, dengan demikian apapun alasannya tidak boleh tidak memilih pada pemilu tahun ini.

Menghentikan golput pada pemilu 2024 adalah sebuah langkah yang krusial untuk memperkuat fondasi demokrasi di Indonesia.

Dengan adanya partispasi setiap warga Negara yang sudah mumpunyai hak pilih berati kita telah membangun jembatan menuju pemerintahan yang mewakili seluruh warga Negara.

Golput tidak hanya melemahkan legitimasi pemilu tetapi juga merugikan tatanan perkembangan sistem demokrasi Negara Indonesia.

Dalam menghadapi tantangan kompleks diera saat ini maka partisipasi masyarakat adalah kunci untuk memilih pemimpin yang mampu membawa perubahan positif dan mencerminkan nilai-nilai masyarakat.

Oleh karena itu jangan biarkan suara kita terdiam sebab didalamnya terkandung kekuatan untuk membentuk masa depan bangsa lebih bagus.

Masyarakat diberi kesempatan untuk memilih orang-orang dalam partai politik serta calon pemimpin dengan visi, misi serta program kerja terbaik untuk menjadi pemimpin.

Namun ketika kesempatan tersebut diabaikan, sementara parpol yang banyak memiliki pendukung setia terus diajak untuk memilih maka parpol tersebut akan berkesemapatan menang.

Tidak peduli apakah parpol tersebut berkualitas atau tidak, tetapi karena memiliki jumlah suara yang tinggi maka partai tersebut yang berhasil menduduki kursi terbanyak di parlemen. 

Golput sudah seharusnya dihindari karena menjadi ancaman bagi proses demokrasi di Indonesia untuk menghasilkan suatu kekuasaan yang lebih baik.

Sumber: TribunGayo
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved