Rabu, 10 Juni 2026

Kupi Senye

Lut Tawar, Berwisata dengan Sampah

Kalau dari jauh, kita bisa menikmati keindahannya dari berbagai lokasi diantaranya puncak Pantan Terong dan Puncak Origon.

Tayang:
FOR TRIBUNGAYO.COM
Dhiya Jinan Sausan adalah mahasiswa Prodi Pengembangan Masyarakat Islam UIN Ar-Raniry Banda Aceh. 

Sebenarnya pemerintah dan pengelola wisata sudah membuat sejumlah imbauan dan larangan agar pengunjung dan masyarakat di sekitar danau untuk tidak membuang sampah sembarang.

Bahkan beberapa tempat wisata utama telah tersedia tempat sampah. Tapi, perilaku dan kesadaran pengunjung lokasi wisata dan masyarakat sepertinya masih jauh dari harapan pemerintah dan pengiat lingkungan hidup.

Kebiasaan masyarakat membuang sampah ke tepi yang mengarah danau merupakan faktor utama menumpuknya sampah di Danau Lut Tawar.

Perilaku masyarakat ini tentu saja sangat berkontribusi terhadap menumpuknya sampah ke dalam danau tersebut.

Terutama yang berasal dari plastik bukan hanya mengganggu keindahan Danau Lut Tawar.

Danau Lut Tawar terkenal dengan sumber perikanan air tawar yaitu ikan depik dan beberapa jenis ikan lainnya.

Namun ada satu hal yang tidak kita sadari saat mengkonsumsi ikan, yaitu kita telah ikut memakan mikroplastik yang juga dimakan oleh ikan ikan tersebut.

Kita semua tentu saja berharap Danau Lut Tawar akan tetap indah dipandang mata, tertata dengan baik dan tidak menjadi tempat pembuangan akhir sampah dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Mari kita jadikan Danau Lut Tawar contoh destinasi wisata yang indah dan bebas sampah.

Oleh karena itu kepada masyarakat Aceh Tengah dan wisatawan yang mengunjungi Danau Lut Tawar untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Membuang sampah di danau membawa dampak negatif yang signifikan terhadap ekosistem, kualitas air, dan kesehatan masyarakat sekitar.

Untuk menjaga keindahan dan kebersihan danau, perlu adanya kombinasi dari pendidikan, fasilitas yang memadai, penegakan hukum, partisipasi masyarakat, kampanye kreatif, dan kerjasama dengan pihak industri.

Semua pihak harus dilibatkan, jaring aspirasi yang kreatif yang sifatnya membangun untuk kebaikan Danau Lut Tawar dimasa yang akan datang.

Kebijakan- kebijakan yang diambil bukan hanya ditentukan satu atau beberapa kelompok.

Hilangkan kepentingan golongan atau kelompok atau keuntungan sesaat yang mengorbankan kepentingan yang lebih besar di masa yang akan datang.

Sumber: TribunGayo
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved