Rabu, 10 Juni 2026

Kupi Senye

Mereka Bilang PON di Aceh Gagal dan Terburuk, Benarkah?

Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang digelar di Aceh dan Sumatera Utara telah berlalu beberapa hari berlalu

Tayang:
Editor: Rizwan
For TribunGayo.com
Fazil, S.S.,M.I.Kom 

Menyelenggarakan event besar seperti PON bukanlah tugas yang mudah. Ada begitu banyak aspek yang harus dipersiapkan dengan cermat, mulai dari keamanan, konsumsi, akomodasi, transportasi, hingga manajemen pertandingan.

Wajar jika ada kekurangan, terutama bagi daerah yang baru pertama kali menjadi tuan rumah. Aceh dan Sumatera Utara telah menunjukkan keberanian luar biasa dengan menerima tantangan ini.

Mereka berani melangkah keluar dari zona nyaman, membangun dan meningkatkan infrastruktur, serta mengerahkan seluruh sumber daya untuk menyukseskan PON.

Semangat inilah yang seharusnya kita apresiasi. Bukan soal sempurna atau tidak, tetapi tentang keberanian untuk bertindak, untuk belajar, dan untuk tumbuh.

Kekurangan yang ada harus dijadikan pelajaran berharga, bukan alasan untuk menjatuhkan atau merendahkan. Seperti yang dikatakan oleh Pj Gubernur Aceh, "PON Aceh-Sumut 2024 bukan hanya tentang prestasi olahraga, tetapi juga tentang semangat kebersamaan dan kolaborasi. Kita semua telah bekerja
keras untuk menyukseskan acara ini, dan saya bangga dengan apa yang telah kita capai bersama"

Belajar dari Kekurangan, Merayakan Keberhasilan

Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Dito Ariotedjo, memberi nilai 80,50 untuk penyelenggaraan PON Aceh-Sumut. Angka ini bukanlah hasil akal-akalan atau upaya untuk menjaga citra pemerintah, melainkan refleksi dari banyaknya hal positif yang telah dicapai.

Keamanan terjaga dengan baik, transportasi berjalan lancar, dan yang terpenting, semangat sportivitas tetap menyala di setiap arena pertandingan.

Mari kita belajar dari kekurangan yang ada, mengevaluasi dengan jujur dan objektif, agar PON di masa depan dapat berjalan lebih baik lagi.

Namun, jangan lupa untuk merayakan keberhasilan yang telah diraih. PON Aceh-Sumut telah memberikan banyak pelajaran berharga, baik bagi Aceh dan Sumatera Utara sendiri, maupun bagi daerah-daerah lain yang akan menjadi tuan rumah di masa mendatang.

PON Aceh-Sumut tidak hanya meninggalkan kenangan, tetapi juga warisan berharga bagi masyarakat Aceh. Beberapa dampak positif yang dapat dirasakan antara lain:

Pembangunan Infrastruktur: Berbagai fasilitas olahraga baru dan modern telah dibangun, seperti Stadion Harapan Bangsa di Banda Aceh dan Sport Center di Aceh Tamiang.

Selain itu, infrastruktur pendukung seperti jalan, jembatan, dan bandara juga ditingkatkan.

Peningkatan Ekonomi: PON memberikan dorongan signifikan bagi sektor pariwisata, perhotelan, restoran, transportasi, dan UMKM di Aceh. Ribuan atlet, ofisial, dan pengunjung yang datang selama acara berlangsung menciptakan perputaran ekonomi yang besar.

Pengembangan Sumber Daya Manusia: Masyarakat Aceh, terutama generasi muda, mendapatkan kesempatan untuk terlibat langsung dalam penyelenggaraan PON, baik sebagai volunteer, panitia, maupun pelaku UMKM. Hal ini memberikan pengalaman berharga dan meningkatkan kapasitas mereka.

Sumber: TribunGayo
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved