Kupi Senye
Apa Salah Guru
Di balik setiap masalah yang dihadapi siswa, guru sering kali dijadikan "kesalahan." "Anak nakal, salah guru." "Anak bolos, salah guru.
Oleh: Tazkir SPd MPd *)
Menjadi guru di era sekarang bukanlah tugas yang mudah karena beban kerja guru terus bertambah, bukan hanya pada tugas mengajar.
Tetapi juga administrasi dan kegiatan tambahan lainnya, memperbaiki moral, etika siswa, ditempa menjadikan siswa berprilaku sopan bukan hal gampang.
Dalam konteks pendidikan yang semakin kompleks ini, peran guru harus dilihat sebagai bagian dari sebuah ekosistem saling terkait.
Guru bukan hanya penyampai ilmu tetapi juga seorang pembimbing, motivator, dan sosok yang membantu mengarahkan siswa ke arah yang lebih baik,
guru tetap memiliki keterbatasan dalam pengaruhnya terhadap perilaku dan karakter anak sebab waktu mereka habiskan bersama siswa jauh lebih sedikit dibandingkan dengan orang tua dan lingkungan tempat anak tumbuh.
Di balik setiap masalah yang dihadapi siswa, guru sering kali dijadikan "kesalahan." "Anak nakal, salah guru." "Anak bolos, salah guru.
“ Anak nilai raport rendah, salah guru" "Anak jarang masuk kelas, berkelahi diluar sekolah salah guru dan banyak istilah lainnya".
Kita dapat melihat dibeberapa media elektronik tentang guru disalahkan, para guru selalu berupaya memberikan yang terbaik bahkan dalam situasi sulit.
Orang tua dirumah mengharapkan sewaktu mengantar pertama anaknya diesekolah menyatakan “Nak, guru di sekolah ini sebagai orang tua kedua di sekolah”.
Guru diharapkan mampu memberikan pengaruh positif kepada anak-anak didiknya.
Namun kenyataannya pembentukan karakter seorang anak sangat dipengaruhi oleh banyak faktor.
Lingkungan keluarga, pergaulan, dan teknologi menjadi bagian dari dinamika perkembangan anak yang tidak dapat dikendalikan sepenuhnya oleh guru.
Ketika anak menunjukkan perilaku yang tidak sesuai harapan, guru dianggap gagal dalam mendidik, seolah-olah seluruh tanggung jawab moral anak berada di pundak mereka.
Ironisnya ketika seorang anak sukses, kontribusi guru justru sering terlupakan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/TAZKIR-PENULIS-OPINI-4.jpg)