Rabu, 8 April 2026

Kupi Senye

Warisan Kuliner Ramadan Kanyi dan Lepat Gayo

Ramadan di Gayo terasa semakin istimewa melalui makanan tradisional salah satu bentuk budaya leluhur yang tetap lestari.

Editor: Sri Widya Rahma
Dokumen Pribadi/Tazkir
KUPI SENYE - Tazkir SPd MPd adalah seorang guru SMA Negeri 1 Bukit Bener Meriah. Selain lepat Gayo makanan lain yang khas di bulan Ramadan adalah kanyi. Berbeda dengan lepat bercita rasa manis, kanyi memiliki rasa kaya rempah. 

Oleh: Tazkir SPd MPd *)

Bulan suci Ramadhan selalu membawa keberkahan dan kebahagiaan bagi setiap umat muslim, masyarakat dataran tinggi Gayo yang damai, aman ,sejuk, di wilayah Tengah dan Bener Meriah.

Ramadan menjadi momen spiritual untuk meningkatkan ibadah selalu dinantikan masyarakat, dalam melestarikan tradisi turun-temurun tradisi kuliner bila ramadan tiba.

Kuliner lepat Gayo dan kanyi Gayo tetap dijaga di tengah modernisasi.

Dua makanan menjadi bagian tak terpisahkan dari Ramadan di Gayo, lepat Gayo dan kanyi disajikan untuk acara menyambut awal ramdan yaitu megang.

Ramadan di Gayo terasa semakin istimewa melalui makanan tradisional salah satu bentuk budaya leluhur yang tetap lestari.

Sajian khas kuliner disiapkan khusus untuk berbuka dan sahur, biasanya anak-anak dirantau kembali kekampung halaman berkumpul bersama orang tua dan saudara berdoa menyambut datangnya bulan ramadan.

Tujuannya adalah untuk memperkuat ikatan keluarga, menghadirkan keberkahan, dan membuat bulan suci ini selalu dirindukan, bukan hanya sebagai waktu beribadah juga sebagai momen untuk menjaga warisan budaya.

Lepat Gayo

Salah satu hidangan khas sering hadir saat berbuka puasa di Gayo adalah lepat Gayo, makanan ini terbuat dari tepung diisi dengan parutan kelapa dicampur dengan gula aren, sehingga menghasilkan cita rasa yang manis dan gurih.

Adonan ini kemudian dibungkus dengan daun pisang, dikukus hingga matang dan bertahan sampai beberapa bulan.

Lepat Gayo tidak sekadar makanan biasa tetapi juga memiliki nilai filosofi dalam proses pembuatannya secara sederhana tetapi membutuhkan ketelitian mencerminkan sikap kesabaran dan ketulusan, dua hal sangat ditekankan khusus dalam bulan Ramadhan.

Daun pisang yang membungkus lepat melambangkan perlindungan dan kebersamaan seperti halnya masyarakat Gayo selalu menjaga nilai gotong royong dan kekeluargaan dalam menjalani ibadah puasa.

Tradisi ini tidak hanya mempererat hubungan keluarga, tetapi juga menjaga budaya agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Kanyi

Selain lepat Gayo makanan lain yang khas di bulan Ramadan adalah kanyi. Berbeda dengan lepat bercita rasa manis, kanyi memiliki rasa kaya rempah.

Hidangan ini dibuat dari beras diolah menjadi berwarna kining,  berwarna kuning alami dari kunyit, lalu dicampur dengan berbagai daun herbal seperti ungke, empan, ketumer dll, serta potongan kulit kerbau atau sapi, sudah dikeringkan lalu dikikis bersih, setelah dibakar untuk menghasilkan aroma khas.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved