Kupi Senye
Bingung Mengisi Minyak Antara Kualitas dan Harga
Kendaraan pribadi, transportasi umum, dan sektor industri semuanya membutuhkan bahan bakar untuk beroperasi dengan lancar.
Kepercayaan masyarakat terhadap Pertamax memang sedang di ujung tanduk, krisis ini bisa menjadi momentum bagi Pertamina untuk berbenah dan berinovasi.
Di tengah persaingan pasar energi semakin ketat, hanya perusahaan yang responsif terhadap kebutuhan konsumen akan bertahan.
Jika tidak, Pertamax mungkin akan menjadi sekadar kenangan produk legendaris kalah oleh zaman.
Sebagai produk yang dirancang untuk meningkatkan performa kendaraan dan ramah lingkungan, Pertamax seharusnya menjadi pilihan utama masyarakat.
Namun, bagaimana jika kepercayaan itu mulai luntur? Peran edukasi dan transparansi menjadi kunci untuk membangun kembali relasi antara Pertamina dan publik.
Pertamina sebagai perusahaan besar BUMN ( Badan Usaha Milik Negara), ia memiliki tanggung jawab sosial dan lingkungan yang melekat.
Kasus ini harus menjadi momentum untuk memperkuat sistem, bukan sekadar menghukum oknum.
Masyarakat berhak mendapat energi berkualitas, tetapi juga dikelola dengan integritas.
Kepercayaan selama ini menjadi modal sosial lambat laun akan terkikis dan memulihkannya jauh lebih sulit.
Sebagai produk selama ini diyakini masyrakat Pertamax sebagai minyak unggulan ternyata lain dari perkiraaan, masyarakat tentu sangat kecewa apakah masyarakat masih percaya?
Selain kerugian konsumen, kasus ini berpotensi merusak reputasi Pertamina sebagai penyedia energi nasional.
Jika publik mulai mempertanyakan kredibilitas SPBU, bisa memicu migrasi ke merek saingan seperti Shell, Vivo, dan lain-lain.
Jadi kedepan Pertamina harus menyediakan teknologi pengaduan berupa aplikasi digital dan nomor WA untuk melaporkan kecurangan SPBU secara real-time.
Dilengkapi insentif bagi dan setiap adanya pengaduan dari masyarakat ditanggapi oleh pihak Pertamina bukan hanya sekedar simbol angka-angka pengaduan.
Edukasi konsumen harus Pertamina mensosialisasikan pada media adanya audit manajemen dan pelayanan disetiap SPBU.
Mudah-mudahan tidak terulang lagi dan kedepan pelayanan Pertamina akan lebih baik serta masyarakat tidak lagi antri dalam pengisian bahan bakar.....amin.
*) Penulis adalah Guru SMA Negeri 1 Bukit Bener Meriah
KUPI SENYE adalah rubrik opini pembaca TribunGayo.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/TAZKIR-4.jpg)