Selasa, 5 Mei 2026

Kupi Senye

Manfaat Berpuasa bagi Manusia

Selain itu, puasa juga dapat meningkatkan metabolisme, mengatur kadar gula darah, serta membantu menurunkan berat badan dengan cara yang sehat.

Tayang:
ISTIMEWA
OPINI TRIBUNGAYO- Kausara Usman MPd adalah Staf pada Dinas Syariat Islam Kabupaten Aceh Tengah dan Dosen tidak tetap STIT Al Washliyah Aceh Tengah. Ia menulis opini berjudul Manfaat Berpuasa bagi Manusia, Jumat (14/3/2025). 

Selain memberikan dampak positif pada kesehatan fisik, puasa juga berdampak pada kesehatan mental dan psikologis seseorang.

Ketika berpuasa, seseorang belajar untuk mengendalikan emosi, menahan diri dari hal-hal negatif, serta meningkatkan kesabaran dan ketekunan.

Puasa juga dapat membantu mengurangi stres, meningkatkan konsentrasi, dan menumbuhkan perasaan damai dalam diri seseorang.

Dengan menahan hawa nafsu dan emosi, seseorang juga bisa melatih disiplin diri dan meningkatkan ketahanan mental dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.

Selain itu, puasa dapat membantu meningkatkan kualitas tidur dan mengurangi gejala kecemasan serta depresi.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa puasa berkontribusi pada peningkatan produksi hormon serotonin dan endorfin, yang berperan dalam meningkatkan suasana hati dan memberikan perasaan bahagia.

Dengan demikian, puasa bukan hanya sarana untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, tetapi juga menjadi terapi alami untuk kesehatan mental.

Menurut Dr Mark Mattson, seorang ahli saraf dari Johns Hopkins University, puasa dapat meningkatkan fungsi otak dengan merangsang produksi Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF).

Yaitu yang berperan dalam meningkatkan daya ingat dan mengurangi risiko penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson. 

Selain itu, Dr Sara Gottfried, seorang pakar kesehatan holistik, menyatakan bahwa puasa dapat membantu menyeimbangkan hormon stres.

Seperti kortisol, yang berdampak positif dalam mengurangi kecemasan dan meningkatkan ketahanan mental.

Puasa juga memiliki peran penting dalam mempererat hubungan sosial.

Ketika seseorang menahan diri dari makan dan minum, ia menjadi lebih peka terhadap penderitaan orang lain yang kurang beruntung.

Hal ini mendorong seseorang untuk lebih peduli, berempati, dan berbagi dengan sesama.

Dengan meningkatnya rasa solidaritas ini, masyarakat pun menjadi lebih harmonis dan saling mendukung.

Sumber: TribunGayo
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved