Jumat, 10 April 2026

Kupi Senye

Sejarah Singkat Awal Mula Suku Gayo

Zaman prasejarah masyarakat Gayo diperkirakan dimulai sekitar 12.000 tahun yang lalu (sebelum abad 1 Masehi).

|
Editor: Sri Widya Rahma
Dokumen Muhammat Billy Riancha
KUPI SENYE - Muhammat Billy Riancha Mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam di IAIN Takengon.  

Oleh: Muhammat Billy Riancha *)

Sejarah panjang masyarakat Gayo dapat dibagi menjadi dua babak besar diantaranya ialah babak prasejarah dan babak sejarah.

Babak Pertama Zaman Prasejarah

Zaman prasejarah masyarakat Gayo diperkirakan dimulai sekitar 12.000 tahun yang lalu (sebelum abad 1 Masehi).

Pada masa itu, telah ada kelompok manusia yang berasal dari wilayah Aceh Tamiang.

Kawasan tersebut sudah mulai dihuni, dan sekitar 8.400 tahun yang lalu, penduduknya mulai berpindah ke daerah Mendale melalui jalur Tamiang- Perlak- Pasai- Samar Kilang.

Gelombang migrasi kedua terjadi sekitar 5.000 tahun lalu, berasal dari wilayah China Selatan (Taiwan), yang kemudian bergerak melalui jalur laut menuju Asia Tenggara, termasuk Vietnam dan Tamiang.

Mereka akhirnya menetap di Mendale dan tinggal di daerah Ujung Karang.

Gelombang ketiga datang sekitar 4.000 tahun yang lalu.

Kelompok ini menetap di Ujung Karang, Mendale, dan Pukes, kemudian berbaur dan menikah dengan penduduk lokal, membentuk cikal bakal masyarakat Gayo.

Secara geografis, wilayah Sumatra terbagi menjadi tiga bagian utama, bagian utara (Sumatera Utara), bagian tengah (Kerinci), dan bagian selatan (Sriwijaya atau Palembang).

Masyarakat Gayo telah eksis sejak masa prasejarah melalui beberapa gelombang migrasi dari berbagai titik di Asia dan dari beragam ras.

Gelombang kedua hingga keempat membawa peradaban yang lebih maju dibandingkan masa sebelumnya, di mana masyarakat Gayo hidup secara nomaden dengan berburu (mungaro) dan berikan (begule).

Kelompok migran yang datang kemudian sudah mengenal kerajinan seperti keni, bahkan mulai menghasilkan motif-motif awal kerawang sekitar 3.000 tahun lalu.

Babak Kedua Zaman Sejarah

Zaman sejarah dimulai sekitar abad ke-1 Masehi.

Penduduk yang mendiami kawasan Ujung Karang, Mendale, dan Pukes sempat berpindah akibat letusan Gunung Pantan Terong, yang dulunya merupakan gunung berapi aktif.

Sumber: TribunGayo
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved