Sabtu, 13 Juni 2026

Kupi Senye

Sejarah Singkat Awal Mula Suku Gayo

Zaman prasejarah masyarakat Gayo diperkirakan dimulai sekitar 12.000 tahun yang lalu (sebelum abad 1 Masehi).

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Sri Widya Rahma
Dokumen Muhammat Billy Riancha
KUPI SENYE - Muhammat Billy Riancha Mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam di IAIN Takengon.  

Dikatan bahwa Wih Porak, Arul Atong, sumber panas airnya bersumber dari Pantan Terong. 

Letusan ini menyebabkan penduduk berpindah ke daerah Toweren, Bintang, Isaq, hingga ke wilayah pesisir seperti Pasai dan Perlak.

Jadi, penduduk pertama daerah pesisir adalah orang Gayo, sebelum masuknya Islam ke wilayah Perlak.

Masyarakat Gayo sebelum masuknya Islam, menganut agama Hindu-Buddha.

Hal ini dibuktikan dengan:

  1. Nama-nama tempat seperti Mendale (Mandala) dan Linge (Lingga).
  2. Tradisi dan kebiasaan yang mirip dengan masyarakat Hindia di Bali, seperti ritual tepung tawar, pesejuk rumah, dan pertanian sawah, dan lainnya.
  3. Bangunan rumah orang Gayo (Mersah, rumah-rumah atapnya semakin atas maka semakin kecil).
  4. Situs-situs Hindu-Buddha seperti batu bersusun di Linge yang menyerupai alat pemujaan.

Masuknya Islam ke Gayo dimulai dari wilayah pesisir Perlak, di mana seorang keturunan Arab menikah dengan masyarakat Gayo yang bernama Abdul Aziz bergelar “Merah”.

Kemudian Islam mulai menyebar sekitar abad ke-10 (960-an Masehi), dibawa oleh tokoh bernama Merah Malik Ishaq melalui jalur Perlak- Pasai- Samar Kilang- Penarun- Isaq.

Di Isaq inilah Islam pertama kali menyebar di wilayah Gayo. Tak lama kemudian, berdirilah Kerajaan Islam Isaq pada tahun 980 an.

Sekitar tahun 1025 M, berdiri pula Kerajaan Linge sebagai bagian dari perkembangan Islam di wilayah Gayo.

Merah Malik Ishaq memiliki tujuh anak, salah satunya Merah Mege yang menetap di Gayo, sedangkan enam lainnya menyebar ke wilayah lain seperti di Pidie ada 2 yaitu Merah Putih dan Merah Item.

Dari sinilah muncul nama tempat tersebut "Merdu" kepanjangan dari "Merah Due".

Mereka ada juga yang menyebar ke timur, barat, dan selatan sebagai bagian dari misi dakwah Islam.

Sekitar 800 tahun yang lalu, salah satu keturunan Reje Linge pergi ke wilayah yang kini dikenal sebagai Aceh Besar dan menaklukkan Indrapuri, yang saat itu masih menganut agama Hindu-Buddha, di bawah kepemimpinan Putri Nia Ningki.

Setelah takhluk, daerah ini kemudian masuk Islam dan berdirilah Kerajaan Aceh.

Sumber: TribunGayo
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
Live
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved