Minggu, 7 Juni 2026

Kupi Senye

Bercermin Dari Konflik Timur Tengah

Saat ini langit timur tengah sedang bergemuruh rudal-rudal balistik yang mewarnai cakrawala malam, dunia dibuat resah dan gelisah.

Tayang:
Editor: Sri Widya Rahma
Dokumen Pribadi/Iman Ahmadi
KUPI SENYE - Iman Ahmadi adalah Alumni Ikatan Mahasiswa Gayo (Imaga) Medan Sumatera Utara, Pemerhati Sosial Adat Budaya Aceh Tengah. 

Konflik Iran dan Israel seharusnya menjadi cerminan. Saat negara lain terlibat dalam peperangan udara, meluncurkan rudal jarak jauh dan mengaktifkan sistem pertahanan multilapis seperti Iron Dome atau Arrow 3, kita di Indonesia seharusnya bertanya pada diri sendiri apakah sistem pertahanan kita sudah cukup siap menghadapi dinamika serupa jika terjadi di wilayah kita.

Apakah sistem radar kita sudah dibangun terintegrasi? Apakah jalur logistik udara kita aman dari ancaman sabotase atau serangan siber? Apakah Wilayah Udara sudah sepenuhnya berada dalam kewenangan penuh pengendalian sistem hanud kita sendiri?

Konflik ini seharusnya menyadarkan kita bahwa dalam dunia yang saling terhubung, perang yang terjadi ribuan kilometer jauhnya bisa berdampak langsung pada kita, baik dalam bentuk kenaikan harga sembako , gas, gangguan penerbangan sipil, maupun tekanan diplomatik.

Maka penting bagi Indonesia untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pembelajar.

Kita harus mulai sadar diri, menyadari keterbatasan kita, dan mulai membenahi kelemahan kelemahan fundamental dalam tata kelola pertahanan, diplomasi, dan ketahanan pangan nasional secara absolut.

Karena sesungguhnya, bangsa yang besar bukanlah bangsa yang paling kuat senjatanya, tapi bangsa yang mau belajar dari setiap konflik, bangsa yang berani melihat ke dalam, memperbaiki diri, dan mempersiapkan masa depan generasi yang lebih cerdas.

Jangan sampai kita baru sadar pentingnya kedaulatan negara ketika sudah terlambat.

Jangan sampai kita baru merindukan sistem pertahanan yang kokoh ketika negara tetangga sudah membangun jaringan radar hingga ke langit kita sendiri.

Indonesia perlu menyatukan kembali langkah, menyelaraskan prinsip luar negeri yang bebas aktif dengan langkah nyata yang proaktif. Sehingga dunia tidak akan menunggu kita siap. Dunia akan terus bergerak, dan yang lambat otomatis akan tertinggal.

*) Penulis adalah Alumni Ikatan Mahasiswa Gayo (Imaga) Medan Sumatera Utara, Pemerhati Sosial Adat Budaya Aceh Tengah.

KUPI SENYE adalah rubrik opini pembaca TribunGayo.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved