Jumat, 5 Juni 2026

Kupi Senye

Manfaat Mengantar Anak ke Sekolah

Program mengantar anak ke sekolah adalah hal yang sangat positif yang harus didukung karena memiliki banyak manfaat.

Tayang:
Editor: Sri Widya Rahma
Dokumen Pribadi/Fauzan Isma
KUPI SENYE - Fauzan Isma adalah Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Washliyah Aceh Tengah. 

Oleh: Fauzan Isma SPd MPd *)

Ditengah kemajuan teknologi komunikasi dan juga alat transportasi saat ini, mengantar anak ke sekolah seharusnya bukan hanya sebagai rutinitas yang dilakukan di awal tahun ajaran baru saja, namun ini seharusnya dipandang sebagai kewajiban orang tua terhadap anaknya, sehingga dapat dikatakan keberhasilan pendidikan seorang anak tidak terlepas dari peran serta orang tua.

Selama ini yang sangat miris adalah kegagalan pendidikan anak tertuju ke pihak sekolah, namun lebih dari itu sebenarnya gagal atau berhasilnya pendidikan adalah tanggung jawab kita bersama baik sebagai sekolah, orang tua dan Masyarakat.

Tahun ini pemerintah daerah mengeluarkan surat edaran atau sejenisnya yang intinya memerintahkan orang tua (Ayah) mengantar anaknya ke sekolah dengan nama program “Gerakan Ayah Teladan”.

Program ini adalah hal yang sangat positif yang harus didukung karena memiliki banyak manfaat terhadap kita sebagai orang tua dan juga terhadap anak.

Lantas apa sebenarnya manfaat yang diperoleh dari mengantar anak ke sekolah?

Pertama: Memiliki nilai edukasi terhadap anak.

Sebelum berangkat ke sekolah ajaklah anak untuk berkomunikasi, dengan berkomunikasi antara ayah-ibu dan anak akan menanamkan sikap saling terbuka sehingga orang tua akan mudah mengarahkan anaknya.

Contoh nilai edukasi yang kongkrit dalam mengantar anak ke sekolah yang dapat kita lalukan sebagai orang tua adalah membudayakan sikap antri ketika di lampu merah dan juga mengemudi transportasi secara ramah lingkungan sehingga tidak mengganggu pengendara lain.

Coba kita pelajari kembali kisah orang sukses mendidik anaknya seperti Luqmanul Hakim.

Dimana Luqmanul Hakim cerita tentang seorang laki-laki bijaksana yang kisahnya diabadikan dalam Al-Quran, tepatnya pada Surat Luqman (31:12-19).

Meski bukan seorang nabi, Luqman dikenal karena hikmah dan nasihat-nasihatnya yang mendalam, terutama dalam mendidik anak.

Kedua: Menumbuhkan inspirasi terhadap anak.

Sudah diyakini bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan yang diiringi dengan kebutuhan dan keinginannya masing-masing tidak terkacuali seorang anak.

Ketika kita berkomunikasi dengan anak-anak jangan tunjukkan kelemahan mereka, yang ditunjukkan adalah kelebihannya sehingga akan menumbuhkan inspirasi dalam diri mereka.

Sumber: TribunGayo
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved