"Menuju Bintang" Karya Rizal Siregar Hadir Setiap Rabu di Kanal YouTube
Para pemain dalam Menuju Bintang direkrut secara terbuka dan bergantian, tanpa syarat harus mahir berakting.
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Budi Fatria
Laporan Wartawan TribunGayo Fikar W. Eda | Jakarta
TribunGayo.com, JAKARTA - Program digital berjudul Menuju Bintang, karya ide dan arahan Rizal Siregar, kini memasuki episode ke-4. Tayangan ini hadir setiap Rabu pukul 12.30 WIB di platform YouTube, sebagai bagian dari seri berkelanjutan bertajuk “Setiap Menuju Bintang”.
Berbeda dari produksi film atau sinetron konvensional, Rizal Siregar menyebut karya ini sebagai “Tayub” — singkatan dari tayangan YouTube.
"Saya tidak sedang membuat film, karena film ditonton di Bioskop atau Netflix. Kalau sinetron ya di televisi. Tapi ini tayub, alias tayangan YouTube. Silakan tonton di YouTube,” ujar Rizal kepada TribunGayo.com, Selasa (28/10/2025) di Jakarta.
Dengan durasi setiap episode 15–20 menit, tayangan ini memanfaatkan potensi digital dan bakat alamiah para pemainnya.
Proses pengambilan gambar dilakukan sepenuhnya menggunakan kamera handphone, menegaskan semangat produksi mandiri dan eksploratif di era digital.
Para pemain dalam Menuju Bintang direkrut secara terbuka dan bergantian, tanpa syarat harus mahir berakting.
Rizal justru mengutamakan penampilan yang natural dan spontan, agar cerita terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Beberapa judul Tayub karya Rizal yang telah tayang sebelumnya antara lain: Mengejar Investor, Proyek Dapat, Cintapun Diputus, dan Tiga Dara Ketipu Calo.
Rizal Siregar sendiri dikenal sebagai sutradara, penulis naskah, aktor, sekaligus wartawan, yang kini tengah bereksperimen dengan bentuk tontonan digital alternatif.
Ia berkomitmen untuk terus mengembangkan Tayub sebagai wadah kreatif baru yang menggabungkan kesederhanaan teknologi dan kekuatan cerita.
"Saya ingin menjadikan Tayub sebagai tontonan alternatif dengan nama dan semangat yang berbeda,” tutup Rizal Siregar. (*)
Baca juga: Sanggar Pegayon Hidupkan Kembali Seni Tradisi Gayo Lewat "Donang Banan" dan "Tepok Runcang"
Baca juga: Bedah Buku "Kelising" Karya Salman Yoga: Ruang Seni, Ingatan dan Kemanusiaan
Baca juga: Kuflet Bersama Perupa Hamzah Diskusikan Seni Rupa Kontemporer
| Turnamen Domino Piala Kapolres Bener Meriah Resmi Digelar 16 April 2026 |
|
|---|
| Teri Enda Wahyuni Serukan Petani Kopi Gayo kembali ke Organik, Diawali Film Dokumenter Uni Inen Iko |
|
|---|
| Kisah "Perempuan Kopi Uni Inen Iko" Diangkat dalam Film Dokumenter |
|
|---|
| Buka Puasa Bersama Wartawan, Bupati Aceh Tengah: Terbuka Terhadap Kritik dan Masukan |
|
|---|
| Hadir di Acara Bukber PWI, Pemkab Bener Meriah Kompak Dukung Insan Pers |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/Rizal-Siregar.jpg)