Minggu, 26 April 2026

"Menuju Bintang" Karya Rizal Siregar Hadir Setiap Rabu di Kanal YouTube

Para pemain dalam Menuju Bintang direkrut secara terbuka dan bergantian, tanpa syarat harus mahir berakting.

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Budi Fatria
TribunGayo.com/Fikar W Eda
Menuju Bintang - Kreator Tayub atau Tayangan YouTube Rizal Siregar hadir di acara Malam Puncak Bulan Bahasa dan Sastra 2925 di Jakarta. 

Laporan Wartawan TribunGayo Fikar W. Eda | Jakarta

TribunGayo.com, JAKARTA - Program digital berjudul Menuju Bintang, karya ide dan arahan Rizal Siregar, kini memasuki episode ke-4. Tayangan ini hadir setiap Rabu pukul 12.30 WIB di platform YouTube, sebagai bagian dari seri berkelanjutan bertajuk “Setiap Menuju Bintang”.

Berbeda dari produksi film atau sinetron konvensional, Rizal Siregar menyebut karya ini sebagai “Tayub” — singkatan dari tayangan YouTube.

"Saya tidak sedang membuat film, karena film ditonton di Bioskop atau Netflix. Kalau sinetron ya di televisi. Tapi ini tayub, alias tayangan YouTube. Silakan tonton di YouTube,” ujar Rizal kepada TribunGayo.com, Selasa (28/10/2025) di Jakarta.

Dengan durasi setiap episode 15–20 menit, tayangan ini memanfaatkan potensi digital dan bakat alamiah para pemainnya.

Proses pengambilan gambar dilakukan sepenuhnya menggunakan kamera handphone, menegaskan semangat produksi mandiri dan eksploratif di era digital.

Para pemain dalam Menuju Bintang direkrut secara terbuka dan bergantian, tanpa syarat harus mahir berakting.

Rizal justru mengutamakan penampilan yang natural dan spontan, agar cerita terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Beberapa judul Tayub karya Rizal yang telah tayang sebelumnya antara lain: Mengejar Investor, Proyek Dapat, Cintapun Diputus, dan Tiga Dara Ketipu Calo. 

Rizal Siregar sendiri dikenal sebagai sutradara, penulis naskah, aktor, sekaligus wartawan, yang kini tengah bereksperimen dengan bentuk tontonan digital alternatif.

Ia berkomitmen untuk terus mengembangkan Tayub sebagai wadah kreatif baru yang menggabungkan kesederhanaan teknologi dan kekuatan cerita.

"Saya ingin menjadikan Tayub sebagai tontonan alternatif dengan nama dan semangat yang berbeda,” tutup Rizal Siregar. (*) 

Baca juga: Sanggar Pegayon Hidupkan Kembali Seni Tradisi Gayo Lewat "Donang Banan" dan "Tepok Runcang"

Baca juga: Bedah Buku "Kelising" Karya Salman Yoga: Ruang Seni, Ingatan dan Kemanusiaan

Baca juga: Kuflet Bersama Perupa Hamzah Diskusikan Seni Rupa Kontemporer

Sumber: TribunGayo
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved