Minggu, 3 Mei 2026

Kupi Senye

Desa Maju Ditentukan oleh Kepemimpinan, Bukan Sekadar Sistem

Namun persoalan terbesar sering kali bukan terletak pada kurangnya tenaga kerja, melainkan pada tidak adanya arah pembangunan yang jelas.

Tayang:
ISTIMEWA
OPINI TRIBUN GAYO - Reje Kampung Keramat Mupakat, Kabupaten Aceh Tengah, Iman Ahmadi dan keluarga. Ia menulis opini berjudul 'Desa Maju Ditentukan oleh Kepemimpinan, Bukan Sekadar Sistem', Sabtu (2/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Banyak desa di Indonesia sebenarnya memiliki sumber daya manusia yang cukup baik.
  • Administrasi berjalan, pelayanan tetap berlangsung, dan program rutin terus dilaksanakan.
  • Namun persoalan terbesar sering kali bukan terletak pada kurangnya tenaga kerja, melainkan pada tidak adanya arah pembangunan yang jelas.
  • Program desa berjalan, tetapi monoton. Anggaran terserap, tetapi dampaknya minim.
  • Kegiatan dilakukan berulang, tanpa inovasi yang mampu menjawab tantangan zaman.

Oleh: Iman Ahmadi S Pd I *)

Pembangunan desa/kampung sering dipahami sebagai hasil kerja kolektif antara kepala desa dan perangkatnya.

Pandangan ini memang tidak sepenuhnya salah, namun juga belum sepenuhnya tepat.

Dalam realitas pemerintahan desa, terdapat satu faktor utama yang sangat menentukan keberhasilan pembangunan, yaitu kualitas kepemimpinan kepala desa.

Perangkat desa memiliki peran penting dalam menjalankan administrasi, pelayanan, dan pelaksanaan program.

Namun, mereka pada dasarnya adalah pelaksana teknis.

Sementara kepala desa memegang peran strategis sebagai pemikir, perencana, inovator, sekaligus pengarah pembangunan.

Disinilah perbedaan mendasar antara desa yang berkembang pesat dan desa yang berjalan stagnan.

Krisis Kampung /Desa Bukan pada SDM, Tetapi pada Arah Kepemimpinan

Banyak desa di Indonesia sebenarnya memiliki sumber daya manusia yang cukup baik.

Administrasi berjalan, pelayanan tetap berlangsung, dan program rutin terus dilaksanakan.

Namun persoalan terbesar sering kali bukan terletak pada kurangnya tenaga kerja, melainkan pada tidak adanya arah pembangunan yang jelas.

Program desa berjalan, tetapi monoton. Anggaran terserap, tetapi dampaknya minim.

Kegiatan dilakukan berulang, tanpa inovasi yang mampu menjawab tantangan zaman.

Kondisi ini menunjukkan bahwa masalah utama bukan pada kemampuan bekerja, melainkan pada kemampuan memimpin dan merancang masa depan desa.

Kepala desa yang minim gagasan cenderung hanya menjalankan pola lama: rutinitas administratif tanpa terobosan.

Sumber: TribunGayo
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved