TOPIK
Empat Warga Meninggal
-
Pelaku pembunuhan di Kabupaten Aceh Tenggara akhirnya buka suara, ternyata hal ini yang menyebabkan tersangka tega menghabisi nyawa keluarganya
-
Teka-teki pembunuhan sadis yang dilakukan tersangka AS (21) akhirnya terjawab sudah dalam hasil pra-rekonstruksi yang digelar di Mapolres setempat.
-
AKBP Yulhendri merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2006 dan memulai kariernya di kesatuan Brimob, Kalimantan Barat.
-
Ia mendorong Polisi untuk secepatnya mengungkap motif pembunuhan sadis terhadap lima orang tersebut, dimana dua diantara korban merupakan anaknya.
-
"Saya menduga ada keterlibatan ayah pelaku dalam kasus perencanaan pembunuhan ini," kata Wahidin (40) orang tua korban pembunuhan.
-
Peristiwa mengenaskan yang menewaskan lima orang serta satu selamat di Desa Uning Sigurgur Aceh Tenggara, pelaku diduga merasa dihantui rasa ketakutan
-
Pelaku juga membawa dua bungkus garam berukuran kecil, diduga garam ini selain untuk keperluan makan juga untuk mengusir ular dari lokasi ia tidur.
-
"Pelaku dibawa oleh bapaknya, mereka berkebun di sana, yang bersangkutan sangat menguasai medan pegunungan tersebut," kata dia.
-
Samidah menginginkan agar cucu dihukum dengan seberat-beratnya agar tidak menimbulkan kekhawatiran kepada keluarganya dan tetangga sekitar.
-
Peristiwa tragis yang menghebohkan warga Kabupaten Aceh Tenggara dengan aksi berutal yang dilakukan oleh Ardi Syahputra.
-
Tragedi pembunuhan berutal terjadi di Desa Uning Sigurgur Kecamatan Babul Rahmah Kabupaten Aceh Tenggara, masih menjadi pertanyaan
-
Berikut kronologi pelarian tersangka selama 8 hari sebelum akhirnya berhasil ditangkap Tim Gabungan Polres Aceh Tenggara dab Tim Jatanras Polda Aceh.
-
Kapolres Aceh Tenggara AKBP Yulhendri SH SIK MIK mengatakan, pelaku pembacokan yang menewaskan lima orang dan satu orang selamat
-
"Pembunuhan yang begitu sadis membantai lima orang sekeluarga ini adalah pembunuhan berencana pelaku Ardi Sahputra, sehingga iapun tega menghabisi
-
Pascakejadian pelaku melarikan diri ke kawasan hutan belantara pegunungan Kompas dengan membawa senjata tajam.
-
Tersangka yang sempat melarikan diri dan DPO Polres Aceh Tenggara akhirnya berhasil diringkus di Desa Salim Pinem Kecamatan Tanoh Alas Aceh Tenggara,
-
Terduga pelaku pembacokan yang menewaskan lima orang dan satu korban kritis di Desa Uning Sigurgur, berhasil ditangkap oleh Polres Aceh Tenggara.
-
Terduga pelaku pembacokan yang menewaskan lima orang dan satu korban kritis di Desa Uning Sigurgur, berhasil ditangkap oleh Polres Aceh Tenggara.
-
Polisi di Aceh Tenggara sudah selama sepan dilakukan penyisiran di hutan belantara yang diduga tempat pelarian tersangka pelaku pembacokan
-
Pelaku pembacokan yang menewaskan lima orang dan satu orang selamat dan mengalami luka-luka di rawat di RSUD Sahuddin Kutacane
-
Kasus pembacokan sekeluarga itu menewaskan korban orang dewasa, remaja dan anak-anak yang terjadi pada Senin (16/6/2025) siang.
-
Memasuki lima hari penyisiran kawasan hutan belantara oleh Tim Gabungan Polres Aceh Tenggara masih terus berlanjut
-
Polres Aceh Tenggara terus buru pelaku pembunuhan di Desa Uning Sigurgur, pencarian dilakukan hingga pedalaman dan puncak pegunungan lokasi tinggal.
-
Tragedi berdarah yang menewaskan lima orang dan melukai satu lainnya di Desa Uning Sigurgur, Kecamatan Babul Rahmah, Kabupaten Aceh Tenggara, pada Sen
-
Untuk memaksimalkan pengejaran, Polres Aceh Tenggara membentuk tim gabungan yang melibatkan pihak Polsek dalam melakukan pengejaran di dua lokasi.
-
Pasca terjadi pembacokan pada Senin (16/6/2025) siang yang menewaskan lima orang dan satu luka-luka dirawat di RSUD Sahuddin Kutacane
-
Pelaku pembunuhan lima orang dan satu orang masih dirawat di RSUD Sahuddin Kutacane yang terjadi secara brutal di Desa Uning Sigurgur
-
Kehidupan keseharian pelaku kurang dipahami masyarakat dan kurang pergaulannya di lingkungan masyarakat.
-
Korban selamat dari tragedi pembacokan terhadap enam warga Aceh Tenggara akhirnya membaik setelah sebelumnya sempat dirawat karena kondisi yang kritis
-
Ternyata pelaku dan korban masih satu keluarga, hingga kini motif pelaku masih menjadi misteri dan menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat.