Kupi Senye
Akademisi Mengapresiasi Para Caleg
Para individu bakal calon legeslatif tersebut juga telah betul-betul mempersiapkan diri secara matang untuk dapat lulus seleksi internal partainya.
Oleh: Dr Zulkarnain MA *)
Tanpa terasa (minter-minter, dalam bahasa Gayo) bulan Mei 2023 ini merupakan bulan istimewa, lebih istimewa lagi antara tanggal 10 sampai dengan 14 Mei yang lalu.
Bagi siapa tanggal itu istimewa?
Siapa lagi kalau bukan orang-orang yang telah berupaya menjadi bakal calon legislatif atau yang lebih dikenal calon wakil rakyat.
Mereka telah disaring betul oleh sistem dan mekanisme partai masing-masing pengusungnya, meraka bahagia karena hari yang ditunggunya telah tiba.
Para individu bakal calon legeslatif tersebut juga telah betul-betul mempersiapkan diri secara matang untuk dapat lulus seleksi internal partainya.
Sehingga termuatlah namanya dalam dokumen usul bakal calon legeslatif yang diserahkan secara seksama oleh partai ke penyelenggara pemilihan (KIP/KPU) tingkat Kabupaten-kota, dan atau sesuai jenjang usul pencalonannya, DPR-Aceh atau DPR-RI.
Sebagai bakal calon, tentu berharap menjadi calon setelah ditelaah oleh Penyelenggara, mendapat nomor urut sesuai daerah pemilihan.
Serta mendapatkan jumlah pemilih yang maksimal sehingga mengantarkannya duduk pada kursi legeslatif dalam gedung dewan perwakilan rakyat yang terhormat.
Secara psikologis, sangat mungkin mereka harap-harap cemas, berdebar-debar, sehingga melakukan upaya-upaya maksimal.
Dan hal ini sangat wajar, manusiawi berharap menjadi melalui kompotisi.
Mengisi ruang dan waktu sampai tibanya waktu pencoblosan nanti tentu tidak salah kalau ruang publik diisi dengan diskusi ringan, sedang sampai berat untuk menjawab pertanyaan pertanyaan yang dapat dipastikan akan muncul kepermukaan, seperti pertayaan, siapa yang akan dipilih, dari partai apa?
Kenapa memilihnya, ide atau harapan apa yang ingin digantungkan kepada yang dipilih dan seterusnya.
Untuk memberi warna jawaban atas berbagai jawaban yang mungkin tersajikan diruang publik, para akademisi (insan kampus) tentu juga punya peran untuk bersama-sama memberikan penyuluhan, berbagi ilmu dan pengalaman kepada masyarakat secara luas.
Visi membangun Indonesia melalui kekuatan kemandirian lokal, kami kira layak untuk terus diwacanakan sehingga menjadi arus utama kesadaran masyarakat bersama para wakilnya, yang mewujud sistematis dalam bentuk dokumen akademis.
Pada saatnya diserahkan kepada eksekutif untuk dieksekusi menuju terpenuhinya layanan dasar yang bermuara pada kesejahteraan rakyat secara merata.
Apa saja kemandirian lokal yang sangat prioritas yang harus dirumuskan secara konseptual berbasis data dan kondisi empirik di daerah (kita)?;
Tentu banyak bidang yang layak untuk dibincangkan, seperti peningkatan, diversifikasi usaha pertanian dan perkebunan dengan konsep kekinian (sentuhan teknologi),.
Ketersediaan lembaga pendidikan tinggi minimal sama dengan yang ada di daerah lain, dan lain sebagainya.
Kita berharap para caleg dari partai apa pun dia bersedia menyampaikan proposal dirinya layak dipilih karena kesamaan visinya dengan arus utama dimasyarakat. (Bersambung)
*) Penulis Rektor IAIN Takengon
KUPI SENYE adalah rubrik opini pembaca TribunGayo.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
Baca juga: Esensi Pendidikan Bagi Peserta Didik
Baca juga: Ini Tujuh Lokasi Wisata di Takengon yang Menyimpan Pesona Keindahannya
Baca juga: Wisdom dalam Mengelola Pendidikan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/REKTOR-IAIN-TAKEENGOON.jpg)