Rabu, 6 Mei 2026

Kupi Senye

Melawan Tafsir Patriarkal atas Perempuan dalam Islam

Potensi intelektual perempuan seharusnya menjadi dasar dalam menentukan peran sosialnya, bukan sekadar mengikuti konstruksi tradisional.

Tayang:
Editor: Sri Widya Rahma
Dokumen Kiriman/Rizki Rahayu Fitri
KUPI SENYE - Penulis adalah Sekretaris Kohati PB HMI MPO, Rizki Rahayu Fitri. 

Oleh: Rizki Rahayu Fitri *)

Perbincangan mengenai perempuan dalam Islam tidak pernah benar-benar selesai.

Setiap zaman melahirkan tafsir baru yang sering dipengaruhi oleh struktur sosial, budaya patriarki, serta kepentingan kekuasaan.

Posisi perempuan sebagai anak, istri, dan ibu kerap direduksi dalam kerangka normatif yang sempit.

Reduksi tersebut menimbulkan stagnasi pemikiran sekaligus menutup ruang pembacaan kritis terhadap sumber ajaran Islam itu sendiri.

Islam pada hakikatnya hadir sebagai agama pembebasan.

Prinsip tauhid menempatkan seluruh manusia dalam posisi ontologis yang setara di hadapan Tuhan.

Al-Quran tidak membedakan nilai kemanusiaan antara laki-laki dan perempuan, melainkan hanya membedakan berdasarkan kualitas ketakwaan.

Reduksi peran perempuan lebih banyak bersumber dari konstruksi sosial yang kemudian dilegitimasi melalui tafsir keagamaan yang bias.

Dalam perspektif filsafat Barat, perdebatan mengenai perempuan menemukan momentumnya dalam pemikiran Simone de Beauvoir yang menyatakan bahwa perempuan tidak dilahirkan, melainkan dibentuk.

Pandangan tersebut relevan untuk membaca realitas perempuan Muslim yang sering ditempatkan dalam peran domestik yang dianggap kodrati.

Kodrat biologis dalam banyak kasus dipolitisasi menjadi kodrat sosial.

Filsafat Islam memberikan fondasi yang tidak kalah kuat.

Ibn Rushd menegaskan bahwa perempuan memiliki potensi rasional yang sama dengan laki-laki.

Argumentasi tersebut membongkar asumsi klasik yang menempatkan perempuan sebagai makhluk subordinat.

Sumber: TribunGayo
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved