Puisi
Puisi: Takengon, Frengky, Pendopo juga Bupati dan Sekda
Puisi adalah refleksi. Ia menangkap banyak hal sebagai pantulan sikap, situasi dan kondisi manusia dan alamnya.
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Mawaddatul Husna
Puisi: Takengon, Frengky, Pendopo juga Bupati dan Sekda
Laporan Fikar W Eda | Aceh Tengah
TRIBUNGAYO.COM, TAKENGON - Puisi adalah refleksi. Ia menangkap banyak hal sebagai pantulan sikap, situasi dan kondisi manusia dan alamnya.
TAKENGON -FRENGKY
Puisi Cipt: Fikar W Eda
Kota ini seperti api kata Frengky
Air mata tumpah
Memadamkannya
Basah di pendopo
Banjir di kaki lima
Lalu Frengky datang
Perut membusung ke depan
Berjalan sepanjang kota
Membawa air
Menyiramkannya
taman-taman kosong
ia singgah ke masjid
Menegakkan Jumat
membawa air keramat
menyodorkannya pada jamaah
Sekali waktu
Frengky baca puisi
Di kedai kopi
Ia mengeja gerak bulan
menjengkal poros matahari
Angin Takengon sedih
Berdenyit-denyit menggesek
Daun Pinus yang runcing
Pendopo seperti kereta lama
Frengky masuk tak pakai sandal
"Aku bupati, juga sekda," katanya
Sambil tertawa
Tak ada marah atau sakit hati
Di jantungnya embun
Menggantung bahagia
Ia mengantar ibuku di kursi roda
Menahan mereka yang lalu lalang
Kemudian kami bicara tentang kumuh kota
"Aku bupati juga sekda," katanya berkali-kali
Frengky kini pergi
Membawa semua tawa
menyisakan kehangatan pada kota
Kali ini bupati dan sekda
Merasa kehilangan
Bagai jari manis tanpa permata
Juga aku dan segenap isi kota
Juni 2022
Update berita lainnya di TribunGayo.com dan Google News
Baca juga: Perang Gayo-Alas Lawan Belanda: Puisi Gerombolan Anjing Liar
Baca juga: Maman S Mahayana, Pemberontakan Sutardji Lahirkan Banyak Inovasi Puisi Indonesia
Baca juga: Wisata Prasejarah dalam Puisi Beru Gayo di Tepi Danau Lut Tawar
Baca juga: Penyair Gayo LK Ara Baca Puisi di Mimbar Ramadhan, Membaca Ayat-Ayat Mu dalam Bahasa Ibu
Baca juga: Puisi Kopi Musang dan Kabut Kopi Tubruk
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/Fikar-W-Eda-1.jpg)