Selasa, 28 April 2026

Berita Nasional

Dirjen Safrizal Baca Puisi di Panggung Hari Puisi Taman Ismail Marzuki

Mengenakan batik dan kain pengikat kepala etnik, Safrizal membacakan puisi berjudul "Danau Anak-Anak Ni Datu Anak-Anak In Dari" karya Fikar W Eda

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Khalidin Umar Barat
FOR TRIBUNGAYO.COM
Dirjen Bina Adwil Kemendagri, Dr. Drs. Safrizal. Z.A, M.Si tampil baca puisi dalam peringatan puncak Hari Puisi Indonesia (HPI) di Taman Ismail Marzuki Jakarta, Rabu (26/7/2023) malam. 

Laporan Fikar W.Eda I Jakarta

TRIBUNGAYO.COM, JAKARTA - Dirjen Bina Adwil Kemendagri, Dr. Drs. Safrizal. Z.A, M.Si tampil baca puisi dalam peringatan puncak Hari Puisi Indonesia (HPI) di Taman Ismail Marzuki Jakarta, Rabu (26/7/2023) malam.

Mengenakan batik dan kain pengikat kepala etnik, Safrizal membacakan puisi berjudul "Danau Anak-Anak Ni Datu Anak-Anak In Dari" karya penyair Fikar W Eda.

Ketua Yayasan Hari Puisi Indonesia (HPI) Maman S Mahayana menyebutkan perayaan HPI kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. "Tahun ini ada warna dan aroma kopi Gayo," kata Maman yang juga seorang kritikus sastra Indonesia.

Perayaan HPI juga diisi dengan baca puisi penyair Nusantara, yang datang dari berbagai daerah di Indonesia, peluncuran dan bedah buku, serta baca puisi para tokoh dan pejabat.

Perayaan Hari Puisi Indonesia ditetapkan sesuai dengan tanggal lahir penyair besar Indonesia Chairil Anwar, lahir 26 Juli 1922 di Medan.

Tahun ini adalah perayaan yang ke-11 sejak dideklarasikan di Pekanbaru 22 November 2012,  berdasarkan kesepakatan para penyair Indonesia yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. 

Baca juga: Dirjen Safrizal ZA Baca Puisi di Teater TIM Jakarta: "Siul Petani Tembakau" dan "Srigala Kopi

Baca juga: Hari Puisi Indonesia Tahun Ini Dirayakan dengan Aroma Kopi Gayo

Berikut teks lengkap puisi yang dibacakan Dirjen Safrizal ZA:

Fikar W.Eda

DAMAILAH ANAK-ANAK  NI DATU
ANAK-ANAK IN DATU

Damai anak-anak ni datu
Anak-anak in datu
Damailah seperti udara pagi
Menyimpan butiran embun  jatuh di pucuk daun berseri
Kelopak basah untuk kita membasuh muka

Damai anak-anak ni datu
Anak-anak in datu
Damailah seperti langit putih
Menurunkan hujan 
Jatuh ke permukaan menumbuhkan bebijian
membuahkan kebajikan

Damai anak-anak ni datu
Anak-anak in datu
Damailah seperti angin
Berhembus di gunung
Menggerakkan dahan,
Bertiup di laut  membuat ombak, kibaran layar di buritan
Tempat kita memandang arah ke depan

Baca juga: Perang Gayo-Alas Lawan Belanda: Puisi Gerombolan Anjing Liar

Baca juga: Puisi: Takengon, Frengky, Pendopo juga Bupati dan Sekda

Bertiup di pantai menerbangkan pasir lembut senyummu
Menghapus jejak lumut permukaan batu

Damai anak-anak ni datu
Anak-anak in datu
Damailah seperti siul burung di angkasa
Membawa pulang makanan  anak-anaknya
Seperti kepak elang mengitar  lereng bukit
menggamit tatkala ranting mu  patah

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved