Berita Nasional
Dirjen Safrizal Baca Puisi di Panggung Hari Puisi Taman Ismail Marzuki
Mengenakan batik dan kain pengikat kepala etnik, Safrizal membacakan puisi berjudul "Danau Anak-Anak Ni Datu Anak-Anak In Dari" karya Fikar W Eda
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Khalidin Umar Barat
Laporan Fikar W.Eda I Jakarta
TRIBUNGAYO.COM, JAKARTA - Dirjen Bina Adwil Kemendagri, Dr. Drs. Safrizal. Z.A, M.Si tampil baca puisi dalam peringatan puncak Hari Puisi Indonesia (HPI) di Taman Ismail Marzuki Jakarta, Rabu (26/7/2023) malam.
Mengenakan batik dan kain pengikat kepala etnik, Safrizal membacakan puisi berjudul "Danau Anak-Anak Ni Datu Anak-Anak In Dari" karya penyair Fikar W Eda.
Ketua Yayasan Hari Puisi Indonesia (HPI) Maman S Mahayana menyebutkan perayaan HPI kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. "Tahun ini ada warna dan aroma kopi Gayo," kata Maman yang juga seorang kritikus sastra Indonesia.
Perayaan HPI juga diisi dengan baca puisi penyair Nusantara, yang datang dari berbagai daerah di Indonesia, peluncuran dan bedah buku, serta baca puisi para tokoh dan pejabat.
Perayaan Hari Puisi Indonesia ditetapkan sesuai dengan tanggal lahir penyair besar Indonesia Chairil Anwar, lahir 26 Juli 1922 di Medan.
Tahun ini adalah perayaan yang ke-11 sejak dideklarasikan di Pekanbaru 22 November 2012, berdasarkan kesepakatan para penyair Indonesia yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.
Baca juga: Dirjen Safrizal ZA Baca Puisi di Teater TIM Jakarta: "Siul Petani Tembakau" dan "Srigala Kopi
Baca juga: Hari Puisi Indonesia Tahun Ini Dirayakan dengan Aroma Kopi Gayo
Berikut teks lengkap puisi yang dibacakan Dirjen Safrizal ZA:
Fikar W.Eda
DAMAILAH ANAK-ANAK NI DATU
ANAK-ANAK IN DATU
Damai anak-anak ni datu
Anak-anak in datu
Damailah seperti udara pagi
Menyimpan butiran embun jatuh di pucuk daun berseri
Kelopak basah untuk kita membasuh muka
Damai anak-anak ni datu
Anak-anak in datu
Damailah seperti langit putih
Menurunkan hujan
Jatuh ke permukaan menumbuhkan bebijian
membuahkan kebajikan
Damai anak-anak ni datu
Anak-anak in datu
Damailah seperti angin
Berhembus di gunung
Menggerakkan dahan,
Bertiup di laut membuat ombak, kibaran layar di buritan
Tempat kita memandang arah ke depan
Baca juga: Perang Gayo-Alas Lawan Belanda: Puisi Gerombolan Anjing Liar
Baca juga: Puisi: Takengon, Frengky, Pendopo juga Bupati dan Sekda
Bertiup di pantai menerbangkan pasir lembut senyummu
Menghapus jejak lumut permukaan batu
Damai anak-anak ni datu
Anak-anak in datu
Damailah seperti siul burung di angkasa
Membawa pulang makanan anak-anaknya
Seperti kepak elang mengitar lereng bukit
menggamit tatkala ranting mu patah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/Dirjen-Kemenagri-Baca-Puisi.jpg)