Rabu, 10 Juni 2026

Kupi Senye

Wajah Pariwisata Kota Takengon

Semoga Kota Takengon semakin ramai dikunjungi wisatawan. Semakin banyak penduduknya yang terserap dalam dunia kerja ’pariwisata’.

Tayang:
For TribunGayo.com
Ketua Komunitas Soloh Takengon, Kusni Rohani Rumahorbo SST MSi. 

Oleh: Kusni Rohani Rumahorbo SST MSi *)

Selama lima tahun terakhir, terutama pasca wabah besar Covid-19 melanda dunia secara global banyak perubahan besar yang kita rasakan di Kota Takengon.

Salah satu perubahan terbesar ada di sektor ekonomi. Dulu kegiatan ekonomi masyarakatnya berputar di sektor pertanian, kini mulai merambah ke sektor pariwisata.

Yaitu dengan bermunculan banyaknya objek wisata, penyedia akomodasi seperti hotel dan homestay, dan penyedia makan minum seperti cafe, restoran dan rumah makan.

Objek wisata yang bermunculan memang sebagian besar masih di sekitar Danau Lut Tawar.

Mulai dari hanya sekedar menyediakan gubuk di pinggir danau atau yang sampai menyediakan fasilitas camping, atau kombinasi dengan cafe atau homestay serta arena olahraga.

Sebelum covid-19 melanda, jumlah penginapan tidak lebih dari 20 penginapan saja, dengan jumlah hotel sebanyak 2. Saat ini jumlah penyedia akomodasi di Takengon bertambah lima kali lipat lebih.

Menurut Catatan Dinas Pariwisata Kabupaten Aceh Tengah, saat ini tercatat ada 109 penyedia akomodasi di Kota Takengon, mulai dari hotel hingga wisma.

Bagaimana dengan penyedia makan minum? Seperti yang kita lihat bersama di Kota Takengon. Untuk dapat menikmati makan minum dengan berbagai macam fasilitas saat ini sangat mudah.

Bahkan beberapa makanan franchise juga sudah tersedia di kota ini. Wisatawan hampir pasti tidak ada kendala soal makan dan minum selama liburan di Kota Takengon.

Sektor pariwisata yang meningkat juga dapat kita lihat dari tumbuhnya sektor transportasi. Saat ini akses tranportasi darat ke Kota Takengon sangat mudah diakses oleh para pengunjung dari luar.

Meningkatnya kualitas pelayanan seperti adanya transportasi AC semakin menarik para pengunjung ke Kota Takengon.

Salah satu armada bahkan juga menyediakan layanan VVIP dengan kondisi HI-Ace mewah khas sultan. Bagaimana dengan transportasi di dalam kota?

Meski belum dijamah oleh layanan transportasi online sebesar Grab dan Gojek, namun sudah ada satu transportasi online berbasis aplikasi yang beroperasi di kota ini.

Selain itu, transportasi online lokal berbasis Whatsapp sangat mudah kita temui. Para drivernya tidak kalah dengan driver transportasi online berbasis aplikasi.

Sumber: TribunGayo
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved