Rabu, 10 Juni 2026

Kupi Senye

Daerah Dingin Tidak Dingin Lagi

Tapi kini, suasana itu mulai menghilang. Muncul pernyataan "daerah dingin tidak dingin" mungkin adalah sebuah opini semata.

Tayang: | Diperbarui:
FOTO IST
Kepala SMA Negeri 1 Permata kabupaten Bener Meriah, Hammaddin Aman Fatih. 

Tapi, sekarang terasa gerah bila berjalan di malam hari diseputaran kota Takengon.

Opini semacam itu mungkin muncul karena beberapa alasan, seperti perubahan suhu yang lebih mencolok dalam beberapa tahun terakhir atau pengalaman individu yang berbeda dalam suhu lokal.

Dari deskripsi diatas, telah mulai terjadi perubahan iklim di daerah bagian tengah wilayah Aceh, terkhusus kawasan ekosistem Leuser yang dianggap sebagai salah satu kawasan hutan hujan tropis terbesar di dunia (bagian dari Situs Warisan Dunia UNESCO yang dikenal sebagai "Hutan Hujan Tropis Sumatera”).

Dan merupakan rumah bagi berbagai spesies flora dan fauna yang unik, memiliki peran penting dalam menjaga fungsi ekologis yang mendukung keberlangsungan kehidupan manusia, seperti pengaturan iklim, penyediaan air bersih, dan menjaga tanah serta sungai tetap produktif.

Informasi diatas merupakan sebuah alaram bahwa kondisi alam disekitar kawasan tengah pengunungan wilayah Aceh sekarang tidak sedang baik-baik saja.

Bayangkan bila kawasan itu mulai mengalami kerusakan serius, dampaknya akan sangat luas dan serius, baik secara lokal maupun global.

Bila kita tak bergerak untuk mulai berbenah memperbaikinya. Maka kita akan dicap oleh generasi yang akan datang, sebagai generasi perusak.

Generasi yang tidak bisa menjaga bin merawat anugerah besar yang ada itu.

Harus ada aksi nyata yang konsisten dan kontinyu untuk menanggulangi kerusakan kawasan tersebut dan memerlukan pendekatan yang holistik dan melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga konservasi, masyarakat lokal, dan sektor swasta.

Beberapa langkah yang dapat diambil diharapkan dapat memperlambat dan menghentikan kerusakan kawasan ini serta memastikan keberlanjutan ekosistem yang penting ini untuk masa depan.

Pertama penegakan hukum. Kedua pengelolaan kawasan. Ketiga pemberdayaan masyarakat sekitarnya.

Keempat pendidikan dan kesadaran. Kelima koloborasi antar sektor. Keenam pemantauan dan evaluasi.

Dari enam point tahap tersebut, ada satu point yang sangat berperan vital karena menyangkut minset atau pola pikir, Orang bijak bilang, apa yang dipikirkan, maka itulah yang akan dilakukan.

Apa yang dilakukan berulang-ulang maka itu akan menjadi karakter, yaitu point keempat pendidikan dan kesadaran.

Pernyataan itu menggarisbawahi konsep bahwa tindakan kita sering kali dipengaruhi oleh pemikiran kita. Jika seseorang terus memikirkan suatu hal, itu dapat memengaruhi keputusan dan perilaku.

Sumber: TribunGayo
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved