Kupi Senye

Daerah Dingin Tidak Dingin Lagi

Tapi kini, suasana itu mulai menghilang. Muncul pernyataan "daerah dingin tidak dingin" mungkin adalah sebuah opini semata.

|
FOTO IST
Kepala SMA Negeri 1 Permata kabupaten Bener Meriah, Hammaddin Aman Fatih. 

Oleh: Hammaddin Aman Fatih *)

……Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita. Yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa. Atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita. Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang (Lirik Lagu “Berita Kepada Kawan” Karya Ebiet G Ade).

Tanah Gayo adalah daerah yang berada di salah satu bagian punggung pegunungan Bukit Barisan atau secara khusus membentang dari Belangkejeren sampai kawasan Cut Panglima Bener Meriah.

Secara administratif meliputi wilayah Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues yang identik dengan suasana alam yang sejuk dan dingin.

Biasanya kalau berkunjung ketanah Gayo, langsung terbayang dibenak kita suasana dingin yang menyergap, apalagi ketika matahari mulai kembali keperaduannya.

Dingin pasti mulai bersahabat dengan tubuh kita.

Tapi kini, suasana itu mulai menghilang. Muncul pernyataan "daerah dingin tidak dingin" mungkin adalah sebuah opini semata.

Jika dataran tinggi tidak lagi dingin, hal ini bisa menjadi indikasi perubahan iklim yang signifikan.

Perubahan iklim telah menyebabkan peningkatan suhu secara global, yang dapat mempengaruhi berbagai wilayah di seluruh dunia dengan cara yang berbeda.

Perubahan iklim telah menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi umat manusia pada abad ini.

Salah satu dampak yang paling terlihat dari perubahan ini adalah perubahan suhu global, yang mengubah karakteristik iklim di berbagai wilayah di seluruh dunia.

Salah satu fenomena yang semakin menjadi sorotan adalah daerah dingin yang tidak lagi dingin.

Seorang peneliti yang 5 tahun yang lalu datang ke kawasan seputaran Gunung Leuser siap dengan baju jaket yang tebal.

Tapi, sekarang baju yang telah disiapkan tidak pernah dia pakai ketika berkunjung kesana lagi.

Seorang wisatawaan yang menghabiskan malam minggu di seputaran danau Laut Tawar berkata, dulu kalau kita ke Takengon, jaket tidak pernah lepas dari badan.

Sumber: TribunGayo
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved