Rabu, 10 Juni 2026

Kupi Senye

Daerah Dingin Tidak Dingin Lagi

Tapi kini, suasana itu mulai menghilang. Muncul pernyataan "daerah dingin tidak dingin" mungkin adalah sebuah opini semata.

Tayang: | Diperbarui:
FOTO IST
Kepala SMA Negeri 1 Permata kabupaten Bener Meriah, Hammaddin Aman Fatih. 

Perlu adanya kerja sama antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat untuk menyusun kurikulum yang efektif dan relevan dengan kebutuhan saat ini.

Penutup

Dalam menghadapi tantangan lingkungan yang semakin mendesak, perlunya kurikulum lingkungan tidak dapat dipungkiri.

Ini bukan hanya tentang memberikan pengetahuan, tetapi juga tentang mempersiapkan generasi masa depan untuk menjadi agen perubahan dalam melindungi planet kita.

Dengan pendidikan lingkungan yang terintegrasi, kita dapat menciptakan masyarakat yang lebih sadar dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Mencegah kerusakan alam memerlukan pendekatan holistik yang mencakup langkah-langkah kongkret seperti konservasi sumber daya alam, pengelolaan limbah yang bijaksana, perlindungan habitat alami, serta pendidikan dan kesadaran lingkungan yang luas.

Selain itu, perlu juga adanya kebijakan dan regulasi yang ketat serta penegakan hukum yang tegas terhadap pelanggaran lingkungan.

Namun, yang terpenting adalah perubahan paradigma dan gaya hidup masyarakat secara keseluruhan.

Kita perlu beralih ke pola konsumsi yang lebih berkelanjutan, mengurangi jejak karbon, dan menghargai nilai-nilai alam.

Ini membutuhkan perubahan budaya yang mendalam dan kesadaran akan dampak dari setiap tindakan kita terhadap lingkungan.

Meskipun tantangannya besar, penulis percaya bahwa dengan kerja sama dan komitmen yang kuat, kita dapat menciptakan dunia yang lebih baik dan seimbang antara kebutuhan manusia dan keberlangsungan alam.

Menutup kerusakan alam bukan hanya untuk kepentingan kita sendiri, tetapi juga untuk generasi-generasi yang akan datang.

Kita juga harus mengapresiasi telah terbitnya buku Suplemen Kurikulum Muatan Lokal Pendidikan Lingkungan dan kawasan Ekosistem Leuser untuk SMA dan SMK yang dikarang oleh Muksalmina, SPd, MSi dan kawan-kawan yang cetak pertama oktober 2023 yang lalu dan telah munculnya sekolah alam di Aceh Tengah.

Semoga hal ini merupakan langkah awal, aksi nyata untuk menuju penyelamatan alam secara umum dari kerusakan yang lebih parah dan membangun masa depan yang lebih berkelanjutan bagi tanah Gayo.

Jangan sampai julukan Takengon Kota Dinginnya Aceh Tinggal kenangan. Naudzubillah Min Dzalik….

*) Penulis adalah penulis buku People of the Coffe Penerbit Mujahid Press 2015 dan Goresan Pena Cekgu Penerbit Guepedia, 2018 dan Kepala SMA Negeri 1 Permata kabupaten Bener Meriah.

KUPI SENYE adalah rubrik opini pembaca TribunGayo.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.

 

Sumber: TribunGayo
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved