Jumat, 5 Juni 2026

Kupi Senye

Persoalan Kultural Pendidikan di Aceh Tengah

Namun untuk memudahkan pemetaannya, saya akan uraikan dari dua sisi pendidikan kultural, yakni keluarga dan masyarakat.

Tayang:
FOTO IST
Pemerhati Pendidikan, Dr Johansyah MA. 

Oleh: Dr Johansyah MA *)

Uraian ini merupakan lanjutan dari tulisan sebelumnya dengan tema ‘pokok-pokok pikiran blueprint pendidikan Aceh Tengah.

Pada bagian pertama telah dipaparkan persoalan struktural pendidikan di Aceh Tengah.

Maka dalam tulisan ini saya akan fokus pada beberapa hal mendasar dalam kaitannya dengan permasalahan kultural pendidikan.

Tentu begitu banyak persoalan pendidikan di sekitar kita.

Namun untuk memudahkan pemetaannya, saya akan uraikan dari dua sisi pendidikan kultural, yakni keluarga dan masyarakat.

Pertama adalah pendidikan keluarga. Saya melihat peran pendidikan keluarga lemah.

Padahal keluarga adalah unit pertama dan utama bagi anak untuk mengenal berbagai nilai.

Keluarga juga menjadi tiang utama tegaknya masyarakat. Semakin kuat pendidikan keluarga semakin berkualitaslah masyarakatnya.

Ada beberapa persoalan keluarga saat ini yang mungkin oleh sebagian orang bukan masalah.

Secara umum orangtua dalam keluarga tidak pernah menyusun program khusus sebagai acuan aktivitas seluruh anggota keluarga.

Meski tidak harus tertulis, tapi sebenarnya harus ada program jelas yang dijalankan dalam unit keluarga.

Terutama yang berkaitan dengan pendidikan agama dan penanaman nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.

Program yang dimaksud berkaitan dengan aktivitas di pagi hari sebelum sekolah, sore, hingga malam hari.

Kalau siang sampai sore anak berada di sekolah, kursus, dan sebagainya.

Sumber: TribunGayo
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved