Kupi Senye
Persoalan Kultural Pendidikan di Aceh Tengah
Namun untuk memudahkan pemetaannya, saya akan uraikan dari dua sisi pendidikan kultural, yakni keluarga dan masyarakat.
Tidak mungkin dibiarkan begitu saja karena berdampak buruk bagi semua. Dalam hal ini dibutuhkan tata tertib kampung yang mengaturnya.
Lebih baik lagi jika ada kerja sama yang baik antar tripusat pendidikan. Kerja sama antara sekolah, keluarga dan masyarakat.
Terlebih dengan media teknologi saat ini, dalam waktu sekejap kasus seperti ini bisa dikomunikasikan dengan cepat.
Selama ini, memang ada sebagian masyarakat yang peduli dan mengingatkan anak-anak yang bolos sekolah tersebut, tapi kebanyakan abai karena memang merasa itu bukan tanggung jawab mereka.
Apa pun itu, hal seperti ini tidak mungkin dibiarkan terus berlarut. Jika tidak ada teguran berarti mereka menganggap perilakunya itu direstui sehingga terus ketagihan.
Tidak sampai di situ, pasti mereka akan mengajak teman yang lain untuk pergi ke tempat tersebut karena dianggap bebas, tidak ada yang melarang.
Kasus kedua di jalan lintang. Suatu pagi menjelang subuh. saya melintas menuju masjid Agung Ruhama.
Saat melewati wilayah Pertamina jalan lintang, saya melihat para remaja membakar ban sambil teriak-teriak.
Sementara jam tersebut sudah mendekati azan subuh, tapi mereka begadang dan melakukan kegiatan yang sia sia.
Mungkin orang yang melintas juga khawatir, kalau-kalau para remaja ini mabuk.
Saya menduga aktivitas seperti ini terjadi di banyak tempat di berbagai wilayah Aceh Tengah.
Jika ya, ini merupakan masalah serius yang harus segera mendapatkan penanganan serius.
Jika merujuk kepada nilai-nilai kearifan lokal Gayo, sebenarnya kita memiliki semua perangkat untuk menertibkan itu semua.
Tinggal komitmen kita untuk mau mewujudkannya.
Ini pula yang harus menjadi bahan kajian penting untuk menentukan arah dan kebijakan pendidikan Aceh Tengah ke depan yang dituangkan dalam blueprint pendidikan Aceh Tengah.
*) Penulis adalah Pemerhati Pendidikan yang saat ini tinggal di Kecamatan Kebayakan, Aceh Tengah.
KUPI SENYE adalah rubrik opini pembaca TribunGayo.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
| Anak-anak Kita Sedang Diburu |
|
|---|
| Bimbingan Pernikahan dan Ketahanan Keluarga Muslim: Ikhtiar Membangun Generasi Berkualitas |
|
|---|
| Dari Ruang Kelas untuk Bumi: Mengenang Enam Bulan Pascabencana Hidrometeorologi |
|
|---|
| Idul Adha Menyembelih Sifat Kebinatangan dalam Diri |
|
|---|
| Menyembelih Ego: Hikmah Terdalam dari Syiar Qurban |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/JOHANSYAH-PEMERHATI-PENDIDIKAN.jpg)