Kupi Senye
Persoalan Kultural Pendidikan di Aceh Tengah
Namun untuk memudahkan pemetaannya, saya akan uraikan dari dua sisi pendidikan kultural, yakni keluarga dan masyarakat.
Ini artinya pola pendidikaan keluarga menjadi faktor utama dan penentu dalam menumbuhkan karakter anak.
Dalam ungkapan lain dikatakan pula, al-umm madrasat al-uula, wa al-abb mudiiruha (ibu adalah madrasah pertama bagi anak, sedangkan ayah adalah direkturnya).
Dalam keseharian mungkin juga luput dari perhatian kita. Misal ada seorang anak yang mengukir prestasi dalam bidang tertentu.
Hal pertama yang biasa ditanyakan orang adalah ’itu anak siapa ya?’, mereka tidak bertanya; ’siapa gurunya?’.
Hal ini menunjukkan bahwa betapa kuatnya keyakinan kita bahwa keberhasilan seorang anak itu karena pola pendidikan yang baik dalam keluarga.
Meski pun sebenarnya mereka mendapatkan banyak pengetahuan dari para gurunya di sekolah.
Kondisi lemahnya pola pendidikan keluarga, mungkin juga dapat dikaitkan dengan kasus perceraian di Aceh Tengah.
Berdasarkan catatan Mahkamah Syar’iyah tahun 2024, perceraian di Aceh Tengah hampir menembus angka 400 kasus.
Dari sekian kasus, banyak kasus istri yang menggugat cerai suami, dan rata-rata alasannya karena kasus judi online.
Artinya memang kondisi keluarga di Aceh Tengah tidak sedang baik-baik saja, dan ini semua pasti berakibat buruk pada pola pendidikan anak dalam keluarga itu sendiri.
Selanjutnya dalam lingkup kultur yang lebih luas, kita juga melihat lemahnya peran dan partisipasi masyarakat dalam pendidikan, teutama dalam aspek pengawasannya.
Mari kita lihat beberapa sampel. Pertama, jika kita melewati jalur mendale-Oregon pada siang hari, ada banyak anak sekolah yang nongkrong di sana, padahal itu jam sekolah. Ini artinya mereka bolos.
Kerjanya di sana merokok. Ada juga yang melaporkan sebagiannya nyabu, hingga memakai narkoba.
Berdasarkan wilayah, ini berada di kawasan Kecamatan Kebayakan.
Maksudnya, aparatur kampung dan masyarakat di sekitar wilayah tersebut kiranya memiliki rasa tanggung jawab terhadap persoalan ini.
| Anak-anak Kita Sedang Diburu |
|
|---|
| Bimbingan Pernikahan dan Ketahanan Keluarga Muslim: Ikhtiar Membangun Generasi Berkualitas |
|
|---|
| Dari Ruang Kelas untuk Bumi: Mengenang Enam Bulan Pascabencana Hidrometeorologi |
|
|---|
| Idul Adha Menyembelih Sifat Kebinatangan dalam Diri |
|
|---|
| Menyembelih Ego: Hikmah Terdalam dari Syiar Qurban |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/JOHANSYAH-PEMERHATI-PENDIDIKAN.jpg)