Kupi Senye
Acara Selesai, Sampah Berserakan
Selesai pelaksanaannya tersebut, kita lihat penampakan lautan sampah yang luas yang sangat memperihatikan meyakitkan mata kita untuk memandangnya.
Kita masih tetap biasa-biasa saja hingga muncul sebuah guyon “mungkin hanya ketika batu yang mendarat
dikepalanya, baru mereka berhenti untuk tidak buang sampah secara sembarangan”.
Mengapa ini bisa terjadi? Setelah selesai acara, sampah sering kali berserakan karena beberapa alasan yang saling terkait.
Berikut adalah beberapa faktor yang dapat menjelaskan mengapa hal ini terjadi :
Pertama, masih kurangnya kesadaran pengunjung dan yang membuka lapak berjualan.
Banyak pengunjung dan yang membuka lapak berjualan.yang tidak memiliki kesadaran atau kebiasaan untuk membuang sampah pada tempatnya.
Hal diatas bisa disebabkan oleh kurangnya edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan dan dampak negatif sampah terhadap lingkungan.
Tanpa kesadaran tersebut, pengunjung dan yang membuka lapak berjualan cenderung menganggap bahwa pembersihan adalah tanggung jawab panitia acara atau pihak lain, atau dengan alasan karena mereka sudah menyewa lapak bin terselip uang setoran.
Kedua, fasilitas pengelolaan sampah yang tidak memadai. Kadang-kadang, meskipun ada tempat sampah, jumlahnya tidak cukup atau tidak tersebar dengan merata di lokasi acara.
Kurangnya tempat sampah yang terjangkau dan mudah diakses dapat membuat pengunjung dan yang membuka lapak berjualan dalam acara membuang sampah sembarangan, terutama jika mereka harus berjalan jauh untuk membuang sampah.
Ketiga, tidak ada pemilahan sampah yang jelas. Tanpa sistem pemilahan sampah yang jelas (sampah organik, anorganik, dan sampah yang dapat didaur ulang), banyak orang cenderung membuang segala jenis sampah dalam satu tempat sampah.
Hal ini membuat pembersihan dan pengelolaan sampah setelah acara menjadi lebih sulit dan memakan waktu lebih lama.
Keempat, keterbatasan waktu dan tenaga. Setelah acara selesai, panitia sering kali menghadapi keterbatasan waktu dan tenaga untuk segera membersihkan area acara.
Banyaknya sampah yang harus dikelola setelah acara besar, terutama jika acara tersebut melibatkan banyak orang, dapat membuat proses pembersihan memakan waktu dan tidak dapat dilakukan secara instan.
Kelima, kebiasaan membuang sampah sembarangan.
Di beberapa budaya atau masyarakat, membuang sampah sembarangan masih dianggap tidak terlalu serius atau bahkan diterima sebagai kebiasaan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/Hammaddin-Aman-Fatih-dari-Aceh-Tengah.jpg)