Sabtu, 6 Juni 2026

Kupi Senye

Acara Selesai, Sampah Berserakan

Selesai pelaksanaannya tersebut, kita lihat penampakan lautan sampah yang luas yang sangat memperihatikan meyakitkan mata kita untuk memandangnya.

Tayang:
ISTIMEWA
Hammaddin Aman Fatih adalah seorang antropolog dan pemerhati masalah sosial yang berdomisili di seputaran kota Takengon. Hammaddin mengirimkan opini berjudul Acara Selesai, Sampah Berserakan, Selasa (4/2/2025). 

Sebelum dan selama kegiatan atau acara, lakukan kampanye edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan.

Bisa berupa pengumuman, spanduk, atau bahkan pengingat melalui media sosial agar pengunjung tahu betapa pentingnya membuang sampah pada tempatnya.

Pengunjung yang lebih sadar akan kebersihan cenderung lebih bertanggung jawab terhadap sampah mereka.

3. Penyediaan wadah atau kemasan ramah lingkungan

Penyelenggara acara atau pengelola wisata bisa memilih untuk menyediakan wadah atau kemasan yang ramah lingkungan, seperti menggunakan bahan daur ulang atau kompos yang lebih mudah terurai.

Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai akan mengurangi jumlah sampah yang sulit diolah.

4. Tindak lanjut pengelolaan sampah

Sebelum acara dimulai atau sebelum memasuki areal wisata, pastikan ada tim kebersihan yang siap membersihkan area tersebut selama dan setelah acara.

Sebagai contoh, tim kebersihan bisa memantau tempat-tempat yang sering dilewati dan mengumpulkan sampah yang berserakan, sehingga kebersihan tetap terjaga.

5. Fasilitasi pengunjung dengan sistem pengumpulan sampah

Penyelenggara juga bisa menyediakan kantong sampah kecil di setiap kursi atau area untuk membantu pengunjung membuang sampah mereka selama acara.

Hal ini memudahkan mereka untuk membuang sampah tanpa harus mencari tempat sampah terlebih dahulu.

6. Penggunaan aplikasi atau teknologi untuk pemantauan sampah.

Beberapa acara besar dapat memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan pengelolaan sampah.

Seperti aplikasi yang memberikan informasi tentang lokasi tempat sampah terdekat atau cara pengelolaan sampah dengan baik.

7. Penegakan aturan dan sanksi

Jika perlu, penyelenggara bisa menegakkan aturan dan memberikan sanksi bagi pengunjung yang sengaja membuang sampah sembarangan.

Sanksi ini bisa berupa peringatan, denda, atau larangan mengikuti acara di masa depan. Hal ini akan meningkatkan rasa tanggung jawab setiap orang.

8. Keterlibatan komunitas dan relawan

Melibatkan komunitas lokal atau relawan dalam kegiatan kebersihan setelah acara dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan.

Mereka bisa membantu mengumpulkan sampah dan memastikan bahwa semua sampah terkelola dengan baik.

9. Follow-Up Setelah Acara

Setelah acara selesai, lakukan inspeksi atau pengecekan untuk memastikan area tersebut sudah bersih dan semua sampah terkelola dengan baik.

Laporan kebersihan juga bisa dibagikan kepada publik untuk menunjukkan komitmen terhadap lingkungan.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan dapat tercipta budaya kebersihan yang lebih baik di setiap acara, dan sampah tidak akan berserakan begitu saja setelah kegiatan selesai.

Atau secara lebih ekstrem pemasangan CCTV (Closed-Circuit Television) atau kamera pengawas di berbagai tempat yang strategis untuk melihat pengunjung atau masyarakat yang membuang sampah sembarang dan mempublikasikan di media sosial sebagai pemberi efek jera kepada pelaku.

Kalau pemerintah daerah (Pemda) mau melakukan aksi diatas, penulis sangat yakin tidak akan ada masyarakat yang berani membuang sampah secara sembarangan.

Kecuali mereka-mereka yang memang tidak ada lagi urat malunya. Orang bijak bilang “malu adalah baju. Kalau orang tidak ada lagi punya rasa malu berarti dia sama dengan bintang.

Maka kekerasanlah salah satu jalan yang harus bisa menghentikan aksinya itu”. Naudzubillah min dzalik.

*) Penulis adalah hanya seorang antropolog dan pemerhati masalah sosial yang berdomisili di seputaran kota Takengon.

KUPI SENYE adalah rubrik opini pembaca TribunGayo.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.

Sumber: TribunGayo
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved