Kupi Senye
Acara Selesai, Sampah Berserakan
Selesai pelaksanaannya tersebut, kita lihat penampakan lautan sampah yang luas yang sangat memperihatikan meyakitkan mata kita untuk memandangnya.
Oleh: Hammaddin Aman Fatih *)
Permasalahan sampah terus akan menjadi permasalahan yang sangat serius dan kompleks, yang tidak hanya berdampak pada kebersihan dan keindahan lingkungan.
Setiap ada acara atau kegiatan yang mengumpulkan orang banyak, seperti tempat wisata, hajatan, konser, dan lain-lainya, endingnya memunculkan yang namanya sampah.
Maka sampah akan menjadi permasalahan yang kompleks terjadi bila telah selesai pelaksanaan acara tersebut.
Terutama yang tidak dikelola dengan baik, dapat menyebabkan pencemaran tanah, air, dan udara, serta memperburuk kerusakan ekosistem.
Berbagai kegiatan yang dilaksanakan yang pada akhirnya terlihat tumpukan sampah, baik yang melimpah dari tempat sampah yang ada dan banyak yang berserakan merusak pemandangan.
Itu belum kita bercerita tentang dampak lingkungan yang ditimbulkannya, terutama sampah plastik.
Contoh kasus memperihatinkan yang telah begitu membudaya dalam ritual tahunan didaerah kita (Dataran Tinggi Tanoh Gayo).
Yakni pacuan kuda yang berlangsung selama 7 hari berturut-turut, baik yang diadakan di lapangan HM Hasan Gayo Blang Bebangka Aceh Tengah maupun yang diadakan dilapangan Sengeda kabupaten Bener Meriah.
Selesai pelaksanaannya tersebut, kita lihat penampakan lautan sampah yang luas yang sangat memperihatikan meyakitkan mata kita untuk memandangnya.
Citra daerah tercoreng ketika gambar-gambar pemandangan lautan sampah yang membentang, menghiasi media sosial yang dengan cepatnya tersebar.
Budaya buang sampah sembarangan memang sudah cukup pantas kita sebut merupakan budaya kita.
Kita tidak peduli lagi dengan lingkungan kita sendiri, walaupun telah banyak tulisan yang terkadang sudah sangat menyakitkan bagi orang-orang yang beradap membacanya, seperti:
"Ya Allah percepatkanlah cabut nyawa orang yang membuang sampah diareal ini. Hanya orang gila yang mau buang sampah disini.
Terkutuklah orang-orang yang buang sampah disini. Hanya anjing, monyet dan babi yang mau buang sampah disni, dan lain sebagainya".
| Menolak Bantuan Dunia, Memelihara Gengsi yang Mahal |
|
|---|
| Banjir Sumatra, Cara Alam Membuka Aib Pemerintah |
|
|---|
| Fenomena Cognitive Dissonance pada Korban Pelecehan Seksual yang Dilakukan oleh Orang Terdekat |
|
|---|
| Kelangkaan Gas Elpiji di Aceh Tengah: Cermin Lemahnya Pengawasan dan Ketimpangan Distribusi Subsidi |
|
|---|
| Peran Baitul Mal Aceh Tengah dalam Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem di Kampung Keramat Mupakat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/Hammaddin-Aman-Fatih-dari-Aceh-Tengah.jpg)