Kupi Senye

Acara Selesai, Sampah Berserakan

Selesai pelaksanaannya tersebut, kita lihat penampakan lautan sampah yang luas yang sangat memperihatikan meyakitkan mata kita untuk memandangnya.

ISTIMEWA
Hammaddin Aman Fatih adalah seorang antropolog dan pemerhati masalah sosial yang berdomisili di seputaran kota Takengon. Hammaddin mengirimkan opini berjudul Acara Selesai, Sampah Berserakan, Selasa (4/2/2025). 

Oleh: Hammaddin Aman Fatih *)

Permasalahan sampah terus akan menjadi permasalahan yang sangat serius dan kompleks, yang tidak hanya berdampak pada kebersihan dan keindahan lingkungan.

Setiap ada acara atau kegiatan yang mengumpulkan orang banyak, seperti tempat wisata, hajatan, konser, dan lain-lainya, endingnya memunculkan yang namanya sampah.

Maka sampah akan menjadi permasalahan yang kompleks terjadi bila telah selesai pelaksanaan acara tersebut.

Terutama yang tidak dikelola dengan baik, dapat menyebabkan pencemaran tanah, air, dan udara, serta memperburuk kerusakan ekosistem.

Berbagai kegiatan yang dilaksanakan yang pada akhirnya terlihat tumpukan sampah, baik yang melimpah dari tempat sampah yang ada dan banyak yang berserakan merusak pemandangan.

Itu belum kita bercerita tentang dampak lingkungan yang ditimbulkannya, terutama sampah plastik.

Contoh kasus memperihatinkan yang telah begitu membudaya dalam ritual tahunan didaerah kita (Dataran Tinggi Tanoh Gayo).

Yakni pacuan kuda yang berlangsung selama 7 hari berturut-turut, baik yang diadakan di lapangan HM Hasan Gayo Blang Bebangka Aceh Tengah maupun yang diadakan dilapangan Sengeda kabupaten Bener Meriah.

Selesai pelaksanaannya tersebut, kita lihat penampakan lautan sampah yang luas yang sangat memperihatikan meyakitkan mata kita untuk memandangnya.

Citra daerah tercoreng ketika gambar-gambar pemandangan lautan sampah yang membentang, menghiasi media sosial yang dengan cepatnya tersebar.

Budaya buang sampah sembarangan memang sudah cukup pantas kita sebut merupakan budaya kita.

Kita tidak peduli lagi dengan lingkungan kita sendiri, walaupun telah banyak tulisan yang terkadang sudah sangat menyakitkan bagi orang-orang yang beradap membacanya, seperti:

"Ya Allah percepatkanlah cabut nyawa orang yang membuang sampah diareal ini. Hanya orang gila yang mau buang sampah disini. 

Terkutuklah orang-orang yang buang sampah disini. Hanya anjing, monyet dan babi yang mau buang sampah disni, dan lain sebagainya".

Sumber: TribunGayo
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved