Kamis, 4 Juni 2026

Kupi Senye

Selamat Datang Ramadhan

Dimana seseorang betul-betul menyadari akan hakikat kehidupan, untuk apa dia diciptakan, dari mana dia datang dan ke mana dia akan kembali.

Tayang:
ISTIMEWA
OPINI TRIBUNGAYO- Dr Johansyah MA merupakan Dosen STIT Al-Washliyah Aceh Tengah. Johansyah menuliskan opini terkait Selamat Datang Ramadhan, Jumat (28/2/2025). 

Terpenting lagi adalah berusaha memahami dan menyelami makna yang terkandung di dalamnya sehingga pada akhirnya berusaha mewujudkannya dalam kehidupan sehari hari.

Hal ini juga patut menjadi bahan evaluasi umat Islam di setiap kali tiba bulan Ramadhan.

Di mana kebanyakan hanya sampai pada aktivitas mengkhatamkan alqur’an saja. Padahal yang lebih substansial itu adalah menyelami makna-makna dan pesan yang disampaikannya.

Dengan kata lain, di bulan Ramadhan tahun ini, sebenarnya kita tidak sekedar banyak mengaji, tapi juga banyak mengkaji dan menggali pesan-pesan tersurat maupun tersirat dari alqur’an.

Ketiga, bulan Ramadhan adalah kesempatan membangun tradisi Islami. Hanya di bulan inilah seseorang bisa maksimal usaha dalam meningkatkan daya spiritualitasnya.

Berbeda dari biasanya, banyak tantangan yang dihadapi seseorang ketika berusaha membangun tradisi Islami. Begitu sulit menjaga sikap dan perilaku karena merasa tidak diawasi.

Namun ketika di bulan Ramadhan, perasaan diawasi tersebut muncul dalam diri setiap orang yang berpuasa sehingga membuatnya berusaha menahan diri dari hal-hal yang dapat mengurangi nilai puasa.

Seiring waktu, karakter-karakter Islami itu akan tumbuh pelan-pelan dalam jiwa seseorang.

Hati yang sebelumnya seperti tanah yang gersang, lambat laun menjadi subur karena selalu disirami dengan zikir.

Permohonan ampun kepada Allah SWT, banyak membaca alqur’an, menghindari berkata kotor, dan kebiasaan positif lainnya. 

Puasa sama dengan usaha menanam tanaman dan merawatnya dengan maksimal, sehingga menghasilkan banyak buah dan rasanya nikmat.

Sudah Banyak Orang Pintar

Hari ini kita sudah banyak orang pintar, dan berpendidikan tinggi dengan sederet gelar di depan dan belakang namanya, tapi kita kekurangan orang yang berakhlak mulia.

Kondisinya mungkin persis sama seperti era jahiliyah dulu. Mereka bukan bodoh, tapi tidak beradab.

Aturan yang mereka buat harus sesuai dengan apa yang dikehendakinya, yang penting dapat mendatangkan keuntungan bagi dirinya.

Untuk itu, kehadiran Ramadhan ini jelas menjadi wahana pendidikan dan latihan spiritual yang sangat baik dalam menata diri seseorang. 

Sumber: TribunGayo
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved