Kupi Senye
Selamat Datang Ramadhan
Dimana seseorang betul-betul menyadari akan hakikat kehidupan, untuk apa dia diciptakan, dari mana dia datang dan ke mana dia akan kembali.
Oleh: Dr Johansyah MA *)
Menurut kalender hijriyah, tanggal 1 Ramadhan akan jatuh pada 1 Maret 2025.
Berarti selama sebulan ke depan kita akan melaksanakan kembali salah satu rukun Islam, yakni puasa Ramadhan.
Semoga kita diberikan kesehatan dan kelapangan sehingga dapat menjalani bulan suci ini dengan penuh khidmat.
Banyak di antara keluarga, kolega, maupun tetangga kita yang tidak bisa lagi menjalankan ibadah ini kerena sudah kembali ke hadirat-Nya.
Umat Islam patut bergembira karena masih diberikan kesempatan untuk melaksanakan ibadah puasa pada tahun ini.
Kita harus mengucapkan marhaban ya Ramadhan dengan penuh suka cita. Ada berbagai alasan yang perlu diketahui mengapa kita harus gembira menyambutnya.
Pertama, ibadah puasa yang diwajibkan oleh Allah SWT kepada orang-orang yang beriman (QS. Al-Baqarah: 183) merupakan wujud kasih sayang Allah SWT kepada hamba-Nya.
Allah SWT senantiasa menginginkan yang terbaik untuk hamba-Nya. Sekilas memang terkesan menjadi beban ketika ibadah ini diwajibkan.
Tapi seseorang akan menyadari betapa banyak manfaat yang diperoleh dari ibadah ini setelah dia menjalaninya.
Tentu saja, karena tidak ada sebuah ibadah yang diwajibkan oleh Allah SWT kecuali itu pasti mendatangkan kemaslahatan bagi orang yang melaksanakannya.
Puasa Ramadhan merupakan salah satu cara Allah SWT untuk memanusiakan manusia.
Sebab begitu banyak manusia yang hidup di muka bumi ini tidak serius menjalani kehidupan.
Banyak sikap dan perilaku mereka yang pada hakikatnya tidak mencerminkan diri sebagai manusia.
Karena itu, dalam Ramadhan ini dia dilatih untuk mampu membangun kesadaran diri bahwa sesungguhnya dia adalah manusia yang harus manusiawi dalam berkata, bersikap, dan berbuat.
| Menolak Bantuan Dunia, Memelihara Gengsi yang Mahal |
|
|---|
| Banjir Sumatra, Cara Alam Membuka Aib Pemerintah |
|
|---|
| Fenomena Cognitive Dissonance pada Korban Pelecehan Seksual yang Dilakukan oleh Orang Terdekat |
|
|---|
| Kelangkaan Gas Elpiji di Aceh Tengah: Cermin Lemahnya Pengawasan dan Ketimpangan Distribusi Subsidi |
|
|---|
| Peran Baitul Mal Aceh Tengah dalam Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem di Kampung Keramat Mupakat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/JOHANSYAH-PENULIS-OPINII-5.jpg)