Kupi Senye
Puasa, Spiritual Journey Menuju Tuhan
Dalam Islam, kita juga dianjurkan untuk memulai perubahan dari diri sendiri sebelum melangkah ke wilayah yang lebih besar.
Meskipun sebelumnya terlintas dalam pikirannya untuk melakukan itu karena ada kesempatan yang kalau dia lakukan, tidak seorang pun mengetahuinya.
Tapi karena dia cepat menyadari bahwa yang mengawasi itu sebenarnya Tuhan, sehingga dia batal melakukannya karena takut dosa.
Keempat, nafsu muthmainnah, yakni level nafsu yang tertinggi, di mana seseorang sudah tidak terdorong untuk melakukan perbuatan buruk.
Jika ada yang berpotensi untuk mendatangkan keburukan, dia lebih memilih menghindar, atau pun kalau harus berhadapan dia akan melawannya.
Ketika terlintas dalam pikirannya hal-hal jelek, dia bersegera untuk memohon ampun kepada Allah SWT.
Orang yang berada pada level inilah yang akan diseru oleh Allah SWT untuk memasuki surga-Nya sebagaimana yang ditegaskan dalam alqur’an;
“Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhai-Nya, maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku (QS. al-Fajr: 27-30).
Berkaitan dengan hal tersebut di atas, maka puasa yang diwajibkan kepada kita sebenarnya adalah bentuk kasih sayang Allah SWT untuk meningkatkan level nafsu kita.
Jangan sampai kita berada pada level nafsu yang terendah, yakni nafsu amarah.
Sebab level nafsu ini tidak mungkin mampu mewujudkan tugas utama seseorang yakni mengabdi kepada Allah SWT.
Metode yang dianjurkan untuk meningkatkan level nafsu ini adalah puasa.
Di mana seseorang diwajibkan untuk menahan diri dari makan dan minum serta hal-hal yang dapat membatalkan puasa.
Tahapannya dimulai dari mengosongkan perut. Hal ini dilakukan karena secara psikologis keinginan seseorang akan menurun ketika dia dalam kondisi yang lapar.
Kondisi fisik yang lemah akan cenderung membuat orang untuk mengurangi aktivitas, dan tidak tertarik untuk mengurusi orang lain.
Dia akan lebih fokus kepada dirinya. Pada saat yang sama, dia juga dituntut untuk menjaga indra, pikiran dan hatinya dari hal-hal yang negatif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/JOHANSYAHH-9.jpg)