Kupi Senye
Puasa, Spiritual Journey Menuju Tuhan
Dalam Islam, kita juga dianjurkan untuk memulai perubahan dari diri sendiri sebelum melangkah ke wilayah yang lebih besar.
Maka dalam situasi ini, orang akan digiring pada pengembaraan spiritual. Dia mulai banyak berpikir hal-hal yang abstrak; Tuhan, hari kiamat, kematian, dan lain.
Secara bertahap, seseorang yang awalnya dipaksa, mulai menikmati pengembaraan spiritualnya ketika dia terus memperbanyak amal-amal kebaikan;
Shalat sunat, mengaji dan mengkaji alqur’an, i’tikaf, sedekah sebagai bentuk kepedulian sosial dan berbagai amalan lainnya yang mendapat balasan berlipat ganda khusus di bulan Ramadhan.
Pada tahap akhir spiritual journey (pengembaraan spiritual) seseorang akan sampai pada proses kesadaran tinggi, dan inilah yang disebut dengan takwa.
Bukan hal yang mudah tentunya untuk sampai pada tahapan ini.
Namun inilah ujiannya, siapa yang mau sampai ke puncak untuk dapat menikmati keindahannya, maka dia harus mau mendaki jalan yang penuh duri dan ancaman.
Setelah sampai di puncak, dia juga dihadapkan lagi pada tantangan lain, yakni mampu atau tidaknya istiqamah di posisinya tersebut. Wallahu a’lam Bishawab!
*) Penulis adalah Dosen STIT Al-Washliyah Aceh Tengah
KUPI SENYE adalah rubrik opini pembaca TribunGayo.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/JOHANSYAHH-9.jpg)