Rabu, 10 Juni 2026

Kupi Senye

Pernikahan: Ikatan Suci yang Tak Boleh Dipermainkan

Rumah tangga tanpa visi masa depan akan cepat lelah, sementara rumah tangga yang punya arah akan selalu punya energi untuk melangkah.

Tayang:
Editor: Sri Widya Rahma
Dokumen Pribadi/Mahbub Fauzie
KUPI SENYE - Mahbub Fauzie SAg MPd, adalah Penghulu Ahli Madya dan Kepala KUA Kecamatan Atu Lintang, Aceh Tengah. 

Kesetaraan dalam iman, visi hidup, serta kesiapan beribadah dan berjuang bersama adalah fondasi yang kokoh.

Jika satu pihak terlalu jauh meninggalkan yang lain, rumah tangga mudah goyah.

Di sisi lain, restu orang tua juga tidak boleh diabaikan. Restu bukan sekadar formalitas, tetapi doa tulus dari hati yang telah membesarkan dan merawat kita sejak lahir.

Restu orang tua ibarat pelita, menerangi jalan kita dalam membangun rumah tangga. Banyak kisah membuktikan, rumah tangga yang dimulai tanpa ridho orang tua sering menemui jalan berliku.

Sebaliknya, doa restu yang mengiringi akan menjadi penopang di kala badai menerpa.

Pernikahan sebagai Jalan Menguatkan Iman dan Masa Depan

Pernikahan juga harus dipandang sebagai jalan untuk memperkuat iman.

Dengan menikah, seorang hamba tidak hanya menghindari dosa, tetapi juga menumbuhkan semangat ibadah.

Suami menjadi imam, istri menjadi makmum yang taat. Bersama-sama saling mengingatkan, saling mendoakan, dan saling menguatkan dalam kebaikan.

Cinta suci yang terjalin bukan sekadar untuk dunia, melainkan juga untuk bekal di akhirat.

Namun, tentu tidak ada pernikahan yang sempurna. Dua manusia yang berbeda latar belakang disatukan dalam satu atap, pasti ada gesekan.

Di sinilah dibutuhkan sikap saling menghormati, saling memaklumi, dan saling menyesuaikan diri.

Jangan gengsi untuk meminta maaf, jangan tinggi hati untuk menerima kekurangan pasangan. Kesadaran diri bahwa masing-masing memiliki keterbatasan justru membuat hubungan semakin kuat.

Rumah tangga sejati bukanlah rumah tangga yang bebas dari masalah, melainkan rumah tangga yang mampu menyelesaikan masalah dengan bijak.

Suami-istri yang dewasa akan menjadikan setiap perbedaan sebagai kesempatan untuk belajar, bukan alasan untuk berpisah.

Mereka sadar, tujuan menikah bukan hanya untuk menemukan kebahagiaan, tetapi juga untuk membangun kebahagiaan bersama.

Sumber: TribunGayo
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved