Kupi Senye
Pernikahan: Ikatan Suci yang Tak Boleh Dipermainkan
Rumah tangga tanpa visi masa depan akan cepat lelah, sementara rumah tangga yang punya arah akan selalu punya energi untuk melangkah.
Selain itu, pernikahan juga harus membawa cita-cita masa depan.
Bukan hanya tentang melahirkan anak-anak, tetapi juga tentang bagaimana membesarkan mereka dengan akhlak mulia, membekali dengan ilmu, serta menyiapkan generasi penerus yang lebih baik.
Rumah tangga tanpa visi masa depan akan cepat lelah, sementara rumah tangga yang punya arah akan selalu punya energi untuk melangkah.
Menikah Bukan Perkara Main-main
Karena itu, jangan pernah bermain-main dengan pernikahan. Jika belum siap, lebih baik persiapkan diri dulu dengan belajar, bekerja, dan memperbaiki akhlak.
Tetapi jika sudah tiba waktunya, jalani dengan penuh kesadaran, tanggung jawab, dan ketulusan.
Pernikahan sejati bukanlah sekadar tentang dua orang yang saling mencintai, melainkan tentang dua jiwa yang berjanji untuk tumbuh bersama.
Mereka saling menguatkan dalam suka maupun duka, saling menutupi kekurangan, saling menyempurnakan kehidupan.
Itulah makna sejati dari ikatan sakinah, mawaddah, wa rahmah.
Semoga kita semua diberi kesempatan untuk memasuki gerbang pernikahan dengan niat yang benar, persiapan yang matang, dan restu dari langit maupun bumi. Karena pernikahan adalah ibadah dan ibadah tidak boleh main-main.
*) Penulis adalah Penghulu Ahli Madya dan Kepala KUA Kecamatan Atu Lintang, Aceh Tengah.
KUPI SENYE adalah rubrik opini pembaca TribunGayo.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/Mahbub-Fauzie-SAg-MPd.jpg)