Sabtu, 6 Juni 2026

Kupi Senye

Jarak yang Membentang, Bencana yang Menyisakan Duka

Banyak warung makan yang menyediakan makanan gratis untuk mahasiswa dengan alamat KTP Sumatra- Aceh.

Tayang:
ISTIMEWA
OPINI TRIBUNGAYO - Ahmad Syafiq Sidqi adalah mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Semester 6 Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam asal Kecamatan Jagong Jeget, Kabupaten Aceh Tengah. Ia menulis opini berjudul 'Jarak yang Membentang, Bencana yang Menyisakan Duka', Minggu (8/2/2026). 

Melihat berita yang beredar di sosial media tentang parahnya bencana membuat anak-anak rantau semakin cemas dan khawatir.

Meski jauh, solidaritas tetap terjalin. Anak rantau berusaha menggalang donasi, mengirim bantuan, atau sekadar menyebarkan informasi.

Agar perhatian publik tertuju pada bencana di Sumatra khususnya di kabupaten Aceh Tengah.

Mereka sadar, kehadiran fisik mungkin tidak bisa diberikan, tetapi kepedulian tetap bisa diwujudkan dalam bentuk dukungan moral dan materi.

Banjir ini menjadi pengingat bahwa ikatan emosional dengan kampung halaman tidak pernah putus, meski jarak memisahkan.

Yogyakarta Provinsi yang Miliki Tingkat Solidaritas Tinggi

Yogyakarta adalah salah satu provinsi yang tingkat solidaritas dan kepeduliannya sangat tinggi.

Banyak sekali komunitas, organisasi kampus, masyarakat sampai gubernur yang memberikan bantuan dan menggalang dana untuk masyarakat yang terdampak bencana di Sumatra- Aceh.

Banyak warung makan yang menyediakan makanan gratis untuk mahasiswa dengan alamat KTP Sumatra- Aceh.

Bencana banjir dan longsor di Sumatra- Aceh tidak hanya merusak fisik bangunan, tetapi juga mengguncang sendi-sendi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

Rumah-rumah yang selama ini menjadi tempat berlindung kini terendam air, memaksa banyak keluarga mengungsi ke lokasi yang lebih aman dengan kondisi serba terbatas. 

Kehilangan tempat tinggal bukan sekadar kehilangan atap, tetapi juga kehilangan rasa aman dan kenyamanan yang selama ini menjadi fondasi kehidupan sehari-hari.

Dampak bencana ini semakin berat bagi para petani.

Sawah dan kebun yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat Gayo terendam banjir, menyebabkan kerugian besar.

Tanaman kopi, yang selama ini menjadi komoditas unggulan Aceh Tengah, rusak dan terancam gagal panen.

Akibatnya, pendapatan masyarakat menurun drastis, sementara kebutuhan hidup tetap harus dipenuhi.

Sumber: TribunGayo
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved