Kupi Senye
Jarak yang Membentang, Bencana yang Menyisakan Duka
Banyak warung makan yang menyediakan makanan gratis untuk mahasiswa dengan alamat KTP Sumatra- Aceh.
Selain kerugian ekonomi, banjir juga menimbulkan masalah sosial.
Anak-anak kehilangan ruang belajar karena sekolah terendam atau dijadikan tempat pengungsian.
Aktivitas masyarakat terhenti, pasar tradisional tidak beroperasi, dan akses jalan banyak yang terputus.
Bencana Menguji Ketahanan Mental Masyarakat
Kondisi ini menimbulkan rasa duka yang mendalam, terutama bagi mereka yang menggantungkan hidup pada hasil bumi dan aktivitas harian di kampung.
Lebih jauh, bencana ini juga menguji ketahanan mental masyarakat.
Hidup dalam ketidakpastian, dengan rumah rusak dan lahan pertanian hancur, membuat banyak warga merasa putus asa.
Namun, di tengah keterpurukan, semangat gotong royong tetap terlihat.
Warga saling membantu, berbagi makanan, dan menjaga satu sama lain di lokasi pengungsian.
Solidaritas ini menjadi kekuatan yang menjaga harapan tetap hidup, meski banjir telah merenggut banyak hal berharga dari kehidupan mereka.
Setiap kabar yang datang dari kampung halaman menjadi momen menegangkan.
Komunikasi yang terbatas, sinyal yang sering terputus, serta listrik yang padam membuat informasi tidak selalu sampai dengan cepat.
Anak rantau harus menunggu berjam-jam, bahkan berhari-hari, untuk mengetahui kondisi keluarga mereka.
Ketidakpastian ini menambah beban psikologis, karena mereka hanya bisa membayangkan situasi tanpa mampu melihat langsung.
Keresahan anak rantau bukan hanya soal rasa cemas terhadap keluarga, tetapi juga rasa bersalah karena tidak bisa hadir di saat-saat sulit.
Mereka merasa kehilangan kesempatan untuk berdiri di samping orang tua, membantu membersihkan rumah, atau sekadar memberikan pelukan penguat.
Opini TribunGayo
bencana
longsor
banjir bandang
Aceh Tengah
Takengon
Ahmad Syafiq Sidqi
mahasiswa
TribunGayo.com
| Anak-anak Kita Sedang Diburu |
|
|---|
| Bimbingan Pernikahan dan Ketahanan Keluarga Muslim: Ikhtiar Membangun Generasi Berkualitas |
|
|---|
| Dari Ruang Kelas untuk Bumi: Mengenang Enam Bulan Pascabencana Hidrometeorologi |
|
|---|
| Idul Adha Menyembelih Sifat Kebinatangan dalam Diri |
|
|---|
| Menyembelih Ego: Hikmah Terdalam dari Syiar Qurban |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/Ahmad-syafiq-sidqi-mahasiswa-asal-jagong-jeget.jpg)