Jumat, 1 Mei 2026

Seni dan Budaya

Lintas Generasi Penyair Aceh Rayakan Hari Puisi Nasional

Sejumlah penyair Aceh merayakan Hari Puisi Nasional dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan di Taman Budaya Aceh, Banda Aceh, Rabu (29/4/2026).

Tayang:
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Mawaddatul Husna
TribunGayo.com/Fikar W Eda
HARI PUISI NASIONAL - Penyair LK Ara dan Rahmad Sanjaya mengisi perayaan Hari Puisi Nasional di Banda Aceh, Rabu (29/4/2026) kolaborasi puisi dan bunyi. Perayaan tersebut menghadirkan lintas generasi penyair Aceh, mulai dari senior seperti LK Ara hingga penyair muda seperti Fathya Ruziqni. 
Ringkasan Berita:
  • Sejumlah penyair Aceh merayakan Hari Puisi Nasional dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan di Taman Budaya Aceh, Banda Aceh, Rabu (29/4/2026).
  • Perayaan tersebut menghadirkan lintas generasi penyair Aceh, mulai dari senior seperti LK Ara hingga penyair muda seperti Fathya Ruziqni.
  • Mereka tampil membacakan karya-karya puisi yang menggambarkan keberagaman tema, mulai dari refleksi sosial, kemanusiaan, hingga cinta dan identitas budaya.

Laporan Wartawan Tribun Gayo Fikar W Eda | Banda Aceh

TribunGayo.com, BANDA ACEH - Sejumlah penyair Aceh merayakan Hari Puisi Nasional dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan di Taman Budaya Aceh, Banda Aceh, Rabu (29/4/2026).

Perayaan tahun ini mengusung tema “Kawanku dan Aku: Merayakan Hari Puisi Nasional Kita”, sebagai bentuk penghormatan kepada penyair besar Indonesia, Chairil Anwar, yang dikenal dengan julukan “Si Binatang Jalang”.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh dua inisiator Hari Puisi Nasional 2025, Fikar W Eda dan Devie Matahari, yang selama ini aktif mendorong penguatan gerakan literasi dan apresiasi puisi di Indonesia, khususnya di Aceh.

Perayaan tersebut menghadirkan lintas generasi penyair Aceh, mulai dari senior seperti LK Ara hingga penyair muda seperti Fathya Ruziqni.

Mereka tampil membacakan karya-karya puisi yang menggambarkan keberagaman tema, mulai dari refleksi sosial, kemanusiaan, hingga cinta dan identitas budaya.

Sejumlah penyair yang ambil bagian dalam pembacaan puisi antara lain Din Saja, Salman Yoga, Djamal Sharief, Chairiyan Ramli.

Kemudian Agus PMTOH, Azhari Aiyub, Herman RN, Thayeb Loh Angen, Yusuf Bombang, Sarjev, Rahmad Sanjaya, Ibrahim Sembiring, Iwan Setiawan, serta Joel Kande, dan lainnya.

Dari kalangan penyair perempuan, turut tampil Devie Matahari, Wina SW1, Meutia Poma, DekNa, Eka, Yeni, dan Leni Maya, yang turut memperkaya warna perayaan melalui suara dan perspektif perempuan dalam puisi.

Puisi Terus Berkembang di Aceh

Jalannya pertunjukan dipandu dengan hangat oleh Zul Kirbi, sementara tata suara dipersiapkan oleh Glen Wahyu, sehingga seluruh rangkaian acara berlangsung lancar dan penuh apresiasi dari para penonton.

Perayaan Hari Puisi Nasional ini menjadi bukti bahwa puisi terus hidup dan berkembang di Aceh, menjembatani generasi serta memperkuat ruang ekspresi kreatif di tengah masyarakat.

Lebih dari sekadar perayaan, kegiatan ini menjadi momentum untuk meneguhkan kembali peran puisi sebagai medium refleksi, perlawanan dan harapan. (*) 

Baca juga: Taufiq Ismail Baca Puisi di SMA Fajar Harapan Banda Aceh, Pertemuan Batin Antara Kata dan Sejarah

Baca juga: Sengkewe Sepanjang Musim: Teater Puisi di Tengah Reruntuhan, Cahaya dari Taman Kota Takengon

Baca juga: Belajar Kopi dari Bung Roma, Baca Puisi Ditengah Panen Buntul Sara Ine

Sumber: TribunGayo
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved