Kupi Senye
Pacuan Kuda Ikon Baru Kota Wisata Takengon
Kota Wisata Takengon yang merupakan pusat pemerintahan kabupaten Aceh Tengah yang terletak sebelah timur Danau Laut Tawar
Ada referensi yang mengatakan, bahwa dulu orang yang pertama kali menggunakan kuda sebagai alat transportasi di tanah Gayo adalah Reje Linge.
Beliau menggunakan kuda sebagai alat trasportasi untuk meninjau mendatangi daerah kekuasaannya dari pusat pemerintahan kerajaan yang berada di tanah Linge.
Beliau berangkat dari Negeri Linge menuju ke daerah Serule terus menuju ke Samarkilang dan langsung balik ke Negeri Linge lagi.
Begitu juga sebaliknya dari Negeri Linge berangkat ke daerah Samarkilang terus ke Serule dan langsung ke Negeri Linge dengan posisi melingkar dan tak pernah dia pergi dan pulang dengan jalan yang sama.
Melihat potensi yang sudah ada tersebut, merupakan modal besar atau asset yang mempunyai potensi menjanjikan cemerlang di masa mendatang, bila dikelola oleh tangan-tangan professional, terutama dalam hal kepariwisataan.
Sangat memungkinkan untuk dijadikan distinasi yang mempunyai daya tarik tersendiri, unik untuk dijadikan salah satu objek wisata kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara.
* Penulis adalah Antropolog, penulis buku People of the Coffee dan Kepala sekolah SMAN 1 Permata Kabupaten Bener Meriah dan berdomisili di Kota Takengon.
KUPI SENYE adalah rubrik opini pembaca TribunGayo.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
Baca juga: Mereka Bilang PON di Aceh Gagal dan Terburuk, Benarkah?
Baca juga: Guru Penggerak Harus Dapat Menciptakan Mutu Pendidikan Hebat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/Hammaddin-Aman-Fatih-1.jpg)