Kupi Senye
Merumuskan Panduan Kurikulum Mulok
Ini adalah salah satu bentuk ikhtiar pemerintah untuk melakukan konservasi budaya melalui lembaga pendidikan sebagai wadah formal yang terstruktur.
Oleh: Johansyah *)
Kurikulum muatan lokal (mulok) adalah mata pelajaran yang berisi tentang materi dan proses pembelajaran tentang keunikan dan potensi kearifan lokal sebuah daerah.
Ini adalah salah satu bentuk ikhtiar pemerintah untuk melakukan konservasi budaya melalui lembaga pendidikan sebagai wadah formal yang terstruktur.
Sekaligus mengantisipasi kepunahan adat istiadat dan budaya daerah yang akan terus berhadapan dengan perubahan zaman.
Untuk proses penataan dan pengembangannya kemudian diserahkan ke daerah masing-masing.
Artinya setiap Kabupaten/kota harus memiliki panduan umum kurikulum mulok ini.
Bagaimana dengan Kabupaten Aceh Tengah?
Ternyata hingga saat ini belum memiliki panduan tersebut meski pun dinilai sangat penting.
Tujuan utama panduan ini sebenarnya adalah untuk mendeskripsikan secara umum apa materi yang diajarkan, mengapa harus materi tersebut.
Serta bagaimana cara merancang, melaksanakan dan mengevaluasinya.
Panduan ini kemudian dipedomani dalam menyusun silabus, buku ajar atau modul, pedoman bagi guru, dan juga pengawas.
Dulu sebenarnya penyusunan kurikulum mulok ini sudah dicetuskan oleh pendahulu kita.
Tepatnya pada tahun 1996 Pemerintah Daerah (Pemda) Aceh Tengah pernah mengadakan Lokakarya Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Masyarakat Aceh Gayo.
Kegiatan ini diadakan pada tanggal 23-24 Agustus 1996 di Takengon, merupakan rangkaian upaya pembangunan terpadu antara Pemda dan semua potensi masyarakat.
Salah satu rekomendasi yang dihasilkan dalam seminar tersebut adalah agar segera disusun kurikulum mulok, yang kala itu materinya masih fokus pada bahasa Gayo.
Hingga kini rekomendasi tersebut tak kunjung terwujud.
| Idul Adha Menyembelih Sifat Kebinatangan dalam Diri |
|
|---|
| Menyembelih Ego: Hikmah Terdalam dari Syiar Qurban |
|
|---|
| Zulhijjah: Antara Puasa Arafah dan Euforia Meugang |
|
|---|
| Aceh dan Sinyal Kemunduran: Ketika Kekhususan Kehilangan Ruhnya |
|
|---|
| Implementasi Kurikulum Merdeka untuk Membentuk Karakter Religius Siswa di SMAN 15 Takengon |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/johansyah-mulok-opini.jpg)