Jumat, 5 Juni 2026

Kupi Senye

Merumuskan Panduan Kurikulum Mulok

Ini adalah salah satu bentuk ikhtiar pemerintah untuk melakukan konservasi budaya melalui lembaga pendidikan sebagai wadah formal yang terstruktur.

Tayang:
Editor: Sri Widya Rahma
FOR TRIBUNGAYO.COM
Johansyah. 

Materi mulok di sekolah-sekolah saat ini hanya sekedarnya saja dan terkesan ikut-ikutan, antara satu sekolah dengan sekolah lainnya, karena tidak ada panduan.

Tidak mengherankan pula kalau kemudian ada pengulangan dan tumpang tindih materi.

Ada beberapa buku bahan ajar mulok yang pernah ditawarkan oleh beberapa pengkaji dan penulis sebagai bentuk perhatian dan partisipasi mereka dalam mengisi ruang kosong ini.

Minsalnya buku Resam berume yang disusun oleh Majelis Adat Gayo (MAG), dan beberapa buku bahan ajar lainnya.

Tapi sepertinya buku tersebut belum digunakan sebagai bahan ajar mulok.

Kita tidak mengerti apa kendalanya, materi yang tidak relevan, keterbatasan pemahaman
guru, dan kendala lainnya.

Bercermin dari realitas di atas, sepertinya inilah saat yang tepat untuk memulainya.

Bahtera baru kepemimpinan Aceh Tengah yang dinahkodai oleh Haili Yoga- Muchsin Hasan kiranya diharapkan juga menjadi spirit dan harapan baru bagi berkembang dan majunya pendidikan di Aceh Tengah.

Salah satu langkah awalnya adalah menginstruksikan instansi terkait untuk segera merumuskan dan menyusun panduan kurikulum mulok.

Disamping terus membenahi aspek pendidikan lainnya.

Ada beberapa aspek dan tahapan yang perlu diperhatikan dalam penyusunan panduan ini.

Pertama, ruang lingkup materi apa saja yang disuguhkan menjadi materi mulok pada sekolah-sekolah di Aceh Tengah.

Kedua, setelah materinya jelas dilanjutkan dengan melihat dan mengklasifikasikan materi mana yang relevan untuk masing-masing jenjang dan tingkat pendidikan.

Berdasarkan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum filosofis, sosiologis, psikologis, dan
iptek.

Aspek ketiga yakni menyusun buku ajar atau modul berdasarkan klasifikasi yang dilakukan sebelumnya dengan melihat materi yang berifat berjenjang dan berkesinambungan, serta menghidari pengulangan.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved