Sabtu, 6 Juni 2026

Kupi Senye

Merumuskan Panduan Kurikulum Mulok

Ini adalah salah satu bentuk ikhtiar pemerintah untuk melakukan konservasi budaya melalui lembaga pendidikan sebagai wadah formal yang terstruktur.

Tayang:
Editor: Sri Widya Rahma
FOR TRIBUNGAYO.COM
Johansyah. 

Atau modul sehingga ada kebingungan dari pihak sekolah ketika ingin menerapkan modul ajar yang ada.

Untuk tingkat dan jenjang mana relevan diterapkan?

Karena itu pula, sebagai fondasi dasar pengembangan kurikulum mulok di Aceh Tengah, perumusan ini perlu melibatkan berbagai stake holders pendidikan.

Mulai dari akademisi, praktisi, pengelola, pemerhati pendidikan hingga budayawan.

Selanjutnya proses perumusan sebaiknya tidak dilakukan buru-buru sehingga hasilnya maksimal.

Ibarat membuat fondasi rumah, dibutuhkan ketelitian dan perhitungan yang tepat agar komponen-komponen yang di atasnya nanti dapat berdiri kokoh.

Akhirnya ini hanya soal niat dan komitmen kita bersama.

Nyatanya potensi manusia Aceh Tengah secara kuantitas saat ini sudah memadai.

Dulu kita masih minim akademisi yang bergelar doktor pendidikan di Aceh Tengah.

Seiring waktu kini jumlahnya sudah lumayan.

Pengelola dan praktisi pendidikan kita juga rata-rata sudah magister.

Jika ini berhasil kita dapat melangkah pada PR selanjutnya, yakni merumuskan blueprint (cetak biru) pendidikan Aceh Tengah.

Sebagaimana yang pernah penulis ulas dalam sebuah artikel di salah satu media online pada tahun 2022 lalu.

Wallahu a’lam Bishawab!

*) Penulis adalah Pemerhati Pendidikan, yang saat ini tinggal di Jongok Meluem, Kebayakan, Aceh Tengah.

KUPI SENYE adalah rubrik opini pembaca TribunGayo.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved