Kupi Senye
Kiblat Zaman
Dua raka’at pertama menghadap ke Baitul Maqdis, sampai akhirnya Jibril menyampaikan wahyu pemindahan arah kiblat sebagaimana ayat di atas.
Oleh: Dr Johansyah MA *)
Ada beberapa peristiwa penting yang terjadi di bulan Sya’ban, yaitu perpindahan kiblat dari Baitul Maqdis ke Masjidil Haram, diturunkannya ayat tentang perintah bershalawat.
Lailatul badr (malam badar) yakni persiapan pasukan umat Islam dalam mengadapi perang Badar, nishfu Sya’ban, diturunkannya ayat tentang perintah berpuasa, dan pada bulan ini juga diangkatnya amal manusia.
Dari beberapa peristiwa tersebut saya akan menguraikan satu saja dalam tulisan ini, yakni perubahan kiblat umat Islam.
Allah SWT berfirman; “Kami melihat wajahmu (Muhammad) menengadah ke langit, maka akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang kamu senangi.
Maka hadapkanlah wajahmu ke Masjidil Haram. Di mana pun kamu berada, maka hadapkanlah wajahmu ke arah itu.
Dan sesungguhnya orang yang diberi kitab (Taurat dan Injil) tahu, bahwa (pemindahan kiblat) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka.
Dan Allah tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan” (QS. Al-Baqarah: 144).
Dalam beberapa tafsir dijelaskan, awalnya ketika Rasulullah SAW melayat ke rumah Bisyr Bin al-Barra Bin Ma’rur dari Bani Salamah, karena ibunya meninggal dunia.
Lalu tibalah waktu shalat, dan beliau pun shalat bersama para sahabat.
Dua raka’at pertama menghadap ke Baitul Maqdis, sampai akhirnya Jibril menyampaikan wahyu pemindahan arah kiblat sebagaimana ayat di atas.
Sebelumnya Rasulullah SAW sendiri memang memohon perpindahan kiblat ini kepada Allah SWT. Di antara alasan beliau adalah karena Baitul Maqdis adalah kiblatnya orang Yahudi.
Ada kesan di kalangan orang Yahudi, seolah-olah beliau ikut-ikutan kepada kiblat mereka, sehingga perkara ini sering menjadi bahan ejekan mereka.
Alasan lainnya adalah karena Masjidil Haram menjadi kiblatnya nabi Ibrahim AS. Di sela itu beliau juga menginginkan umat Islam berkiblat kepada satu arah kiblat.
Lalu Allah SWT mengizinkan beliau untuk memindahkan kiblak ke Masjidil Haram di mana pun mereka berada.
Sisi Lain dari Kiblat
| Anak-anak Kita Sedang Diburu |
|
|---|
| Bimbingan Pernikahan dan Ketahanan Keluarga Muslim: Ikhtiar Membangun Generasi Berkualitas |
|
|---|
| Dari Ruang Kelas untuk Bumi: Mengenang Enam Bulan Pascabencana Hidrometeorologi |
|
|---|
| Idul Adha Menyembelih Sifat Kebinatangan dalam Diri |
|
|---|
| Menyembelih Ego: Hikmah Terdalam dari Syiar Qurban |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/JOHANSYAH-98.jpg)