Kupi Senye
Kiblat Zaman
Dua raka’at pertama menghadap ke Baitul Maqdis, sampai akhirnya Jibril menyampaikan wahyu pemindahan arah kiblat sebagaimana ayat di atas.
Maka tidak mengherankan pula, begitu mereka resmi berkuasa akan menjalankan misi utama, yakni menargetkan untuk bisa mengembalikan modal yang telah dihabiskan di masa kampanye sebelumnya.
Bercermin pada realitas sosial ini, sesungguhnya kita merasa miris terhadap itu semua.
Intinya banyak dari sendi kehidupan kita yang belum berkiblat kepada nilai-nilai kebenaran sejati sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah SWT.
Kita baru konsisten berkiblat dalam mendirikan shalat, sementara dalam cakrawala kehidupan yang lebih luas kita masih banyak berkiblat pada ambisi-ambisi dunia.
Kalau begitu, marilah kita jadikan Sya’ban ini sebagai titik awal untuk menuntun arah kiblat kehidupan kita ke arah yang dicita-citakan Islam dalam seluruh aspek kehidupan. Semoga!
*) Penulis adalah Dosen STIT Al-Washliyah Aceh Tengah
KUPI SENYE adalah rubrik opini pembaca TribunGayo.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
| Anak-anak Kita Sedang Diburu |
|
|---|
| Bimbingan Pernikahan dan Ketahanan Keluarga Muslim: Ikhtiar Membangun Generasi Berkualitas |
|
|---|
| Dari Ruang Kelas untuk Bumi: Mengenang Enam Bulan Pascabencana Hidrometeorologi |
|
|---|
| Idul Adha Menyembelih Sifat Kebinatangan dalam Diri |
|
|---|
| Menyembelih Ego: Hikmah Terdalam dari Syiar Qurban |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/JOHANSYAH-98.jpg)