Jumat, 5 Juni 2026

Kupi Senye

Belajar "Amanah" Mengelola Wakaf dari Nazir Baitul Asyi

Saat ini, wakaf Habib Bugak memiliki berbagai aset produktif yang dikelola oleh para nazir yang telah ditunjuk oleh Kerajaan Arab Saudi.

Tayang:
Dokumen Muhammad Nasril
OPINI TRIBUNGAYO - Muhammad Nasril Lc MA adalah ASN Kemenag Aceh Besar dan Mahasiswa S3 Hukum Islam UIN Jakarta (Awardee BIB Kemenag-LPDP) berbincang bersama nazir wakaf Baitul Asyi, Syeikh Abdul Latief Baltou, disela-sela pembagian dana wakaf Baitul Asyi kepada jamaah tahun 2022. Ia menuliskan opini berjudul 'Belajar "Amanah" Mengelola Wakaf dari Nazir Baitul Asyi', Minggu (1/6/2025). 

Oleh: Muhammad Nasril Lc MA *)

Seperti tahun-tahun sebelumnya, jamaah haji asal Aceh pada tahun 1446 H/2025 M kembali menerima dana dari wakaf Baitul Asyi.

Wakaf ini berasal dari almarhum Habib BugaBugAl-Asyi, sebesar SR 2.000 atau sekitar Rp 8,7 juta, jumlah yang lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya SR 1.500.

Berdasarkan data dari laman Kemenag Aceh, pembagian dana wakaf ini telah dimulai sejak Sabtu, 24 Mei 2025 dan akan terus diberikan kepada kloter-kloter selanjutnya sesuai dengan jadwal, termasuk Kloter 12 yang merupakan kloter terakhir bersama para petugas haji asal Aceh. 

Tentunya, ini merupakan anugerah besar yang patut disyukuri oleh para jamaah haji asal Aceh.

Pembagian dana wakaf tersebut sangat membantu para jamaah, manfaatnya pun dirasakan secara langsung.

Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita mendoakan para wakif (pemberi wakaf), serta para nazir yang telah mengelola wakaf ini dengan amanah dan profesional.

Ajakan berdoa untuk mereka yang telah mewakafkan hartanya itu sering disampaikan Nazir di sela sela pembagian dana baitul Asyi kepada Jama'ah setiap tahunnya. 

Wakaf Baitul Asyi ini merupakan salah satu contoh sukses dan teladan nyata dari keberhasilan pengelolaan harta wakaf.

Berkat pengelolaan yang baik sejak lebih dari dua abad lalu, hasilnya masih bisa dinikmati oleh jamaah haji Aceh hingga hari ini.

Keberhasilan ini tentu tidak terlepas dari peran penting kerajaan Arab Saudi dan para nazir yang mengelolanya secara amanah.

Teladan dari Para Nazir

Salah satu nazir, Syeikh Abdul Latief Baltou, menceritakan kepada kami pada 2022 lalu saat menjamu perwakilan jamaah haji Aceh di kediamannya di kawasan Aziziyah, Makkah.

Ia mengatakan telah menjadi nazir selama belasan tahun sejak mendapat amanah dari Mahkamah Kerajaan Arab Saudi.

Menurutnya, wakaf Habib Bugak Al-Asyi yang kini berusia lebih dari 200 tahun awalnya merupakan wakaf kecil. Namun, berkat pengelolaan yang amanah dan profesional, kini berkembang menjadi wakaf produktif.

Ia dan para nazir lainnya berkomitmen menjaga amanah ini agar terus berkembang, sebagaimana ikrar wakaf yang telah dilafazkan oleh wakif: hasilnya akan terus dibagikan hingga hari kiamat.

Sumber: TribunGayo
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved