Kupi Senye
Raja Ampat Dirusak oleh Rakusnya Manusia
Tak hanya itu, konflik kepentingan dan penindasan terhadap rakyat Papua terus terjadi. Tanah mereka dirampas, suara mereka dibungkam.
Aturan buatan manusia, yang katanya demokratis, justru membuka jalan selebar-lebarnya untuk keserakahan. Yang kaya semakin kaya.
Yang miskin makin terjepit. Yang berkuasa semakin pongah. Dan rakyat? Rakyat semakin jengah, semakin kehilangan harapan.
Saudaraku, saatnya kita sadar. Pembangunan tanpa arah wahyu bukanlah kemajuan, tapi kehancuran yang tertunda.
Jangan biarkan keindahan alam ini lenyap di tangan manusia-manusia rakus. Jangan biarkan negeri ini hancur karena kita diam.
Saatnya kembali pada aturan Allah. Hanya dengan Islam yang mengatur kehidupan secara menyeluruh, dari lingkungan, kepemimpinan, ekonomi hingga sosial kerusakan ini bisa dicegah.
Karena Islam tidak hanya memuliakan manusia, tapi juga menjaga alam semesta sebagai amanah dari Sang pencipta.
Mari bangkit. Mari suarakan perubahan.
Bukan sekadar perbaikan tambal sulam, tapi perubahan sistemik yang mengembalikan kita kepada fitrah sebagai khalifah Allah di muka bumi, yang merawat dan menjaga, bukan merusak dan menghancurkan. (*)
*) Penulis adalah Tokoh Muda Pelaku Adat Istiadat di Kecamatan Bebesen, Aceh Tengah.
KUPI SENYE adalah rubrik opini pembaca TribunGayo.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/Iman-Ahmadi-OPINI-TRIBUNGAYO.jpg)