GOS TAKENGON BERALIH FUNGSI
Kondisi GOS Takengon Memprihatinkan
Kondisi bangunan Gedung Olah Seni (GOS) kini menjadi sorotan tak hanya dari struktur bangunan namun juga segi fungsionalnya yang kian terkaburkan.
Penulis: Cut Eva Magfirah | Editor: Sri Widya Rahma
TRIBUNGAYO.COM,TAKENGON - Gedung Olah Seni (GOS) yang terletak di Jalan Kommondor Yos Sudarso Takengon, Aceh Tengah tampak lusuh dan tua ditengah kota.
Kondisi bangunan yang kini menjadi sorotan tak hanya dari struktur bangunan namun juga fungsionalnya yang kian terkaburkan.
Sesuai namanya, GOS Takengon didirikan sebagai pusat kegiatan seni di kabupaten Aceh Tengah.
Gedung ini didirikan pada masa kepemimpinan Bupati Aceh Tengah ke-10, H Mohammad Beni Bantacut BA, pada periode 1975- 1985.
Selama empat dekade, gedung ini seolah berdiri tanpa perubahan, mempertahankan bentuk dan wajah yang nyaris identik seperti saat pertama kali dibangun.
Kini, pada tahun 2025, kondisi GOS terlihat cukup memprihatinkan.
Dari pantauan TribunGayo.com, pada, Rabu (11/6/2025), cat putih yang mendominasi bagian depan gedung tampak kusam dan usang.
Di atas pintu utama, ornamen khas motif kerawang Gayo tampak dikelilingi dinding dan tiang-tiang yang menunjukkan kerusakan ringan.
Beberapa kabel listrik tampak menjuntai tidak rapi, mempertegas kesan bangunan tua yang kurang perawatan.
Di bagian atap, kerusakan terlihat semakin nyata. Papan kayu mulai lapuk dan sebagian plafon berjamur dan menghitam akibat kelembapan tinggi.
Tiang-tiang bangunan di sisi kanan GOS yang didominasi warna oranye dan putih dengan cat yang terkelupas serta adanya keretakan ringan.
Kemudian dibagian belakang gedung semakin mempertegas kondisi GOS yang kini butuh perhatian.
Bagaimana tidak, terlihat tanda-tanda keusangan dengan jendela yang kehilangan sebagian kacanya dan hanya ditutupi kertas putih.
Namun dibagian dalam GOS memperlihatkan kondisi yang lebih baik.
Dimana, interior GOS Takengon tampak lebih baik dengan atap dan lantai yang masih terawat.
Ruang Utama yang lapang dan dilengkapi dengan tangga bertingkat sebagai tempat duduk penonton di sisi kiri, serta panggung lebar di sisi kanan.
Terlihat dinding latar panggung dilapisi plafon berwarna kayu, meskipun terlihat dipenuhi cipratan cat putih yang mengering.
Sayangnya, meski sebagian interior telah direnovasi, keseluruhan wajah GOS Takengon belum mencerminkan fungsinya sebagai pusat kesenian.
Fungsi utama gedung sebagai wadah kreasi seni budaya Gayo kini semakin terkaburkan.
Minimnya aktivitas seni yang berlangsung di sana menunjukkan lemahnya perhatian pemerintah terhadap pelestarian budaya lokal.
GOS Takengon membutuhkan lebih dari sekadar perbaikan fisik.
Gedung ini perlu revitalisasi menyeluruh, baik dari segi infrastruktur maupun pemanfaatan fungsionalnya.
Beberapa kalangan juga mendesak pemerintah daerah Aceh Tengah untuk segera mengambil langkah untuk menyelamatkan salah satu simbol kebudayaan masyarakat Gayo tersebut.
Revitalisasi GOS yang mencakup pembangunan ruang pertunjukan yang representatif, fasilitas penunjang, serta penyesuaian fungsi ruang yang bisa mengakomodasi seni tradisional maupun modern.
Hal ini penting agar GOS tetap relevan dengan perkembangan zaman dan menjadi rumah bagi para pelaku seni dan budaya di Aceh Tengah. (*)
(TribunGayo.com/Cut Eva Magfirah)
Baca juga: 40 Tahun Berdiri, GOS Takengon Tetap Seperti Awal Dibangun
Baca juga: Anggota DPRK Aceh Tengah Soroti Fungsi GOS Takengon, Dinilai Telah Menyimpang
Baca juga: Penulis Naskah Teater Reje Linge XIV Soroti Kondisi GOS Takengon "Simbol Budaya yang Terlantar"
GOS
Takengon
Gedung Olah Seni
perbaikan
berita tribun gayo hari ini
Aceh Tengah
budaya
TribunGayo.com
berita aceh tengah hari ini
| BPKK Aceh Tengah Upayakan Revitalisasi GOS Takengon pada 2026 |
|
|---|
| Realisasi PAD GOS Takengon Tahun 2024 Tak Capai Target |
|
|---|
| GOS Takengon Mati Suri, Ketua HMI Soroti Transparansi Pengelolaannya |
|
|---|
| Teater Reje Linge Latihan di Halaman GOS, Tak Kuat Bayar Sewa |
|
|---|
| 40 Tahun Berdiri, GOS Takengon Tetap Seperti Awal Dibangun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/GOS-Takengon.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.