Rabu, 22 April 2026

Jeritan Warga Harga Beras Naik

Himpitan Ekonomi, Masyarakat Aceh Tengah Kini Beli Beras per Bambu

Beras yang dijual di tokonya mayoritas didatangkan dari pesisir Aceh, tidak satu pun berasal dari wilayah Takengon sendiri.

Penulis: Alga Mahate Ara | Editor: Sri Widya Rahma
TRIBUNGAYO.COM/ALGA MAHATE ARA
BERAS MELAMBUNG - Ilham, pedagang beras di Paya Ilang, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah, Rabu (23/7/2025). Harga beras yang meroket selama empat bulan terakhir memaksa banyak masyarakat mengubah pola belanja, dari membeli satu karung, kini hanya mampu beli per bambu. 

Beras yang dijual di tokonya mayoritas didatangkan dari pesisir Aceh seperti Pidie, Tiro, dan Aceh Utara. Tidak satu pun berasal dari wilayah Takengon sendiri.

Menurutnya, kenaikan harga disebabkan oleh dua hal utama, kurangnya pasokan air bagi petani karena irigasi yang tidak maksimal, serta kebijakan Bulog yang membeli langsung dari petani, sehingga pabrik kekurangan stok beras.

“Bulog ambil langsung dari petani, jadi pabrik kosong. Harga pun ikut naik,” ujarnya.

Ilham berharap pemerintah segera turun tangan, menstabilkan harga, dan mengatasi akar permasalahan agar masyarakat bisa bernafas lebih lega.

Kalau bisa harga beras diturunkan, biar pembeli nggak kaget tiap datang ke toko. Kasihan masyarakat,” tutupnya dengan harapan besar. (*)

Baca juga: Emak-emak di Takengon Resah Beras Oplosan, Minta Pemerintah Turun Tangan

Baca juga: Harga Beras di Aceh Tengah Masih Tinggi, Warga Ramai Beralih ke Beras Biasa

Baca juga: Harga Beras di Aceh Tengah Naik Lagi, Premium Capai Rp 248.000 per Karung

Sumber: TribunGayo
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved